Diduga Depresi, Seorang Pria di Kupang Nyaris Lompat dari Jembatan

Kamis, 1 Oktober 2020 01:00 Reporter : Ananias Petrus
Diduga Depresi, Seorang Pria di Kupang Nyaris Lompat dari Jembatan Pria di Kupang nekat mencoba bunuh diri. ©2020 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Seorang pria di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur nekat mencoba bunuh diri dengan berusaha terjun dari jembatan Liliba, Selasa (29/9) malam. Diduga ia depresi karena sudah tiga bulan dirumahkan dari tempat kerja.

Sebelum melakukan aksi nekatnya, pria tersebut sempat cekcok dan bertengkar dengan sang istri. Teridentifikasi pria yang melakukan aksi nekat ini bernama Maharisi Saragih alias Haris (42), warga Jalan Manafe RT 13/RW 02, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Sebelumnya Haris bekerja sebagai konsultan di PLN.

Ia ingin mengakhiri hidupnya di jembatan Liliba di Jalan Piet A Tallo, Kota Kupang. Namun korban berhasil diselamatkan karena sempat terpantau warga yang kebetulan melintas.

Marselinus Murdin (24), mahasiswa yang juga warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, menjelaskan, melihat seorang laki-laki yang tidak diketahui identitas sementara mondar mandir di Jembatan Liliba. Bahkan, dia sempat mengetahui korban mengambil posisi untuk lompat dari atas jembatan tersebut.

Selang beberapa saat datang istri korban, Olin Sinaga (41) menghampiri Haris. Olin menarik tangan korban berusaha menyelamatkannya. Masyarakat yang melintasi lokasi kejadian langsung hentikan motor maupun mobil mereka, untuk menyelamatkan korban.

Pada saat warga mengamankan korban, sejumlah anggota Reimas Polres Kupang Kota datang dan mengamankan Haris kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kupang.

Olin saat diinterogasi polisi mengakui jika sebelum korban melakukan aksi nekatnya, mereka sempat bertengkar. Saat itu Haris langsung keluar rumah dan selang beberapa saat Olin mendengar kabar kalau ada orang yang mencoba untuk bunuh diri.

Olin datang mengecek dan kaget karena ternyata suaminya yang hendak bunuh diri. Olin dibantu sejumlah warga langsung menarik korban yang hendak lompat.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan mengakui, berdasarkan keterangan Olin, diduga korban dalam keadaan depresi karena dirumahkan dari pekerjaannya selama tiga bulan.

"Korban Haris nekat melakukan percobaan bunuh diri karena diduga depresi masalah pekerjaan," ungkapnya.

Korban sempat dibawa dan dirawat di ruang IGD RSB Titus Ully Kupang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun setelah dilakukan tindakan awal oleh dokter jaga, korban dan keluarga menolak dilakukan rawat inap karena merasa keadaannya sudah baik dan bersedia menandatangani surat penolakan penindakan medis. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bunuh Diri
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini