Diduga depresi, seorang PNS di Samarinda ditemukan tewas gantung diri
Merdeka.com - Diduga depresi, Rusminasari (36), PNS di Samarinda, malam ini ditemukan tewas gantung diri. Dia ditemukan dengan leher tergantung di rangka atap lantai dua rumahnya, Jalan H Usman RT 16, Kelurahan Pelita, Samarinda. Jenazahnya dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie, untuk keperluan visum.
Keterangan diperoleh merdeka.com di lokasi, Rusminasari ditemukan adik perempuannya sepulang kerja, sekira pukul 23.00 WITA. Teriakan histeris adiknya, memancing perhatian warga sekitar.
"Adiknya teriak, baru warga keluar rumah. Kita melihat jasadnya sudah diturunkan ke lantai rumah," kata Ketua RT 16 Muhammad Haris ditemui merdeka.com, Rabu (22/8).
Haris menerangkan, diperkirakan korban gantung diri siang tadi, setelah saudara laki-lakinya, mengantar daging sapi kurban kepada Rusminasari, yang tinggal dengan 2 adik perempuannya.
"Kakak laki-lakinya itu, antar daging kurban sekitar jam 11 siang tadi. Masih ketemu dengan korban (Rusminasari). Saya curiga siang sore tadi, tidak ada keluar rumah," ujar Haris.
Dari keterangan warga setempat, Rusminasari dikenal sosok yang baik. Namun demikian, wanita lajang itu kerap terdengar bertengkar dengan saudara perempuannya. "Jadi dia (Rusminasari) ini tinggal bertiga dengan adik perempuannya. Diduga depresi, karena sering terdengar bertengkar. Di antaranya depresi soal di kantor," ungkap Haris.
"Di antaranya, dari cerita adiknya, korban ini sering cerita motornya kok sering dikempesi orang di kantor. Korban ini bingung. Dia (Rusminasari) ini pekerjaannya PNS," demikian Haris.
Malam ini, sempat terjadi tarik ulur keluarga Rusminasari, menolak Rusminasari dibawa ke rumah sakit lantaran kepolisian perlu melakukan visum atas jenazah Rusminasari. Meski demikian, akhirnya sekira pukul 23.55 WITA, jenazah Rusminasari dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie, menggunakan mobil ambulans bernomor polisi KT 1890 B.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya