Diduga dendam, penjaga depot pasir dibantai depan istri hingga tewas
Merdeka.com - Diduga bermotif dendam lama, Martono (43) dibantai dua orang hingga tewas. Ironisnya, pembunuhan sadis itu dilakukan di hadapan istri korban.
Peristiwa itu terjadi saat dua orang pelaku (DPO) mendatangi rumah korban di Jalan Solok Betutu, Kelurahan Keramasan, Kertapati, Palembang, Selasa (8/8) dini hari. Spontan, korban dihantam dengan senjata tajam.
Dalam keadaan terluka, korban keluar rumah dengan maksud menyelamatkan diri. Pelaku mengejar korban sambil menyerang korban.
Pembunuhan itu terjadi di hadapan istri korban, Yuniarti (42). Dia berusaha meminta bantuan namun tak ada warga yang menolong. Yuniarti juga sempat mencari keberadaan suaminya usai dibunuh namun tidak ketemu karena posisi gelap. Lantas, Yuniarti melapor ke kantor polisi sehingga dilakukan pencarian bersama warga.
Beberapa jam dicari, jasad korban ditemukan di semak-semak dengan kondisi mengenaskan. Diantaranya luka bacok di kepala, bahu kanan, siku kiri, luka tusuk di dada, dan luka di kaki kiri.
Menurut Yuniarti, kedua pelaku langsung membacok suaminya begitu membuka pintu rumah. Korban tidak menduga jika orang yang menggedor rumahnya bermaksud melakukan pembunuhan.
"Saya lihat sendiri warga mereka bacok suami saya. Saya ikut lari waktu suami saya lari, di sana dia dibacok lagi. Karena gelap, saya tidak tahu lagi bagaimana keadaan suami saya," ungkap Yuniarti, Selasa (8/8).
Dia menduga, pembunuhan itu ada kaitannya dengan aksi korban yang menangkap pencuri di depot pasir tempatnya bekerja waktu lalu. Dirinya berharap polisi dapat meringkus pelaku untuk bertanggungjawab.
"Pasti ini masalah dendam, tidak ada yang lain. Saya minta dihukum seberat-beratnya," kata dia.
Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, pernyataan keluarga korban menjadi bahan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Bisa saja, motif pembunuhan karena dendam atau juga alasan lain.
"Keluarga bilang dendam lama karena korban pernah memenjarakan orang. Tapi, semuanya akan kita proses dan segera menangkap para pelaku," pungkasnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya