Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dibekuk polisi, Rais mengaku curi laptop buat beli kado ulang tahun anak

Dibekuk polisi, Rais mengaku curi laptop buat beli kado ulang tahun anak Tiga tersangka pencuri laptop dan komputer. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Ada saja alasan terduga pencuri kalau sudah ditangkap polisi. Seperti dikatakan Rais (26), warga Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur. Dia mengaku mencuri laptop milik Puskesmas Mangkupalas di dekat rumahnya untuk dijual dan uangnya buat beli kado ultah anaknya.

Rais tidak sendiri. Dia dibekuk bersama temannya, Jamal (28), Kamis (28/12) dini hari. Keduanya, diduga mencuri laptop Puskesmas Mangkupalas, Senin (25/12) malam lalu, usai menjebol pintu belakang Puskesmas.

Tidak hanya laptop, keduanya juga mencuri komputer dan juga televisi layar datar. Hilangnya barang inventaris Puskesmas, akhirnya dilaporkan dua hari kemudian.

"Puskesmas melapor kehilangan 5 laptop dan 1 komputer. Kami lakukan penyelidikan, mengarah ke kedua pelaku (Rais dan Jamal)," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang Ipda Dedi Setiawan, di kantornya.

Rais dan Jamal akhirnya dibekuk di rumahnya kawasan Jalan KH Mas Penghulu, Samarinda Seberang. Saat rumahnya digeledah ditemukan satu unit televisi diduga hasil curian.

"Untuk laptop dan komputer, sudah terjual," ujar Dedi.

Keduanya tidak bisa mengelak, dan diminta untuk menunjukkan barang bukti lainnya, yang sudah dijual kepada Oman (36), terduga penadah yang akhirnya ikut digelandang ke Mapolsekta Samarinda Seberang.

"Dari catatan kami, dua orang sebelumnya itu (Rais dan Jamal) sudah bolak balik masuk sel juga karena kasus pencurian," tambah Dedi.

Rais dan Jamal dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Sedangkan Oman, dijerat pasal 480 KUHP tentang Penadahan. Ketihanya meringkuk di penjara Polsekta Samarinda Seberang.

"Barang bukti kami amankan 4 laptop, 1 PC dan 1 televisi. Ngakunya sih pelaku itu mencuri buat makan karena pengangguran," ungkap Dedi.

Sementara, Rais, terduga otak utama pencurian mengaku terpaksa mencuri demi membeli kado ulang tahun anaknya. Penghasilannya sebagai sopir truk serabutan, tidak bisa menghidupi dia dan keluarganya.

"Anak saya ulang tahun yang pertama. Jadi laptop laku Rp 3,5 juta uangnya buat beli kado," kilahnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP