Dibangun selama 28 tahun, Patung GWK hadiah HUT RI ke-73
Merdeka.com - Setelah 28 tahun proses pembuatan, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada tahun 2018 sudah memasuki tahap pemasangan mahkota dan dilakukan upacara ngarstiti dan pencaruan di pelataran patung GWK Cultural Park, di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Minggu (20/5).
Seniman Nyoman Nuarta, sebagai pencetus patung GWK, menyampaikan bahwa dibangunnya patung ini, sebenarnya untuk membangun infrastruktur dari sebuah kebudayaan. Selain itu, ke depannya nanti akan melahirkan multi player efek yang luar biasa bagi pariwisata dan lain-lainnya.
Nuarta juga mengungkapkan, bahwa membangun mimpi besar untuk membuat patung GWK selama 28 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Selain itu, ia juga mengungkapkan selama ini kendala yang dihadapi ada saja yang menganggap patung ini dibuat dengan uang negara, padahal dari hasil uang investasi murni.
"Ini mimpi kita selama 28 tahun tanpa gentar. Ini uang investasi murni, dulu uang saya sendiri. Karena tak mampu dan krisis, kita cari investor dan bergabung, akhirnya terbangunlah ini. Saya tidak punya saham di sini, itu bisa dibuktikan. Memang niat saya yang penting jadi. Karena yang dapat manfaatnya kita juga," ucapnya.
Patung GWK, yang memiliki tinggi sekitar 121 meter yang disinyalir mengalahkan Patung Liberty di New York, Amerika Serkat, Nuarta juga ingin mempersembahkan untuk hadiah kemerdekaan bangsa Indonesia di bulan Agustus yang memasuki ke 73 tahun. Karena target rampung patung GWK ini, pada bulan Agustus 2018.
"Karena Agustus sudah 73 tahun, inilah hadiah dari kita, menghadiahkan budaya," imbuhnya.
Selain Itu, ketika Nuarta ditanya oleh awak media, apakah GWK adalah karya terakhirnya, ia mengatakan bahwa GWK bukan karya terakhirnya. Sudah ada rencana untuk berkarya atau membuat patung lagi.
"Seniman harus terus berkarya, sampai benar-benar tidak bisa berkarya karena hidupnya dari itu. Ini bukan karya yang terakhir," ungkapnya.
Nuarta juga berharap, nantinya jika patung GWK telah rampung mampu menarik kunjungan ke GWK Cultural Park dalam sehari mencapai 6000 orang. Selain itu, dengan terpasangnya mahkota GWK, dirinya sangat terharu karena perjuangannya selama ini sudah mendekati kenyataan.
"Sekarang perasaan saya terharu saja, dengan teman-teman yang lama kita ketemu lagi, dulu bertengkar kemudian menjadi akur, dulu tidak setuju menjadi setuju. Itu kan satu hal yang luar biasa. Nanti kalau betul-betul jadi tentu harapan yang luar biasan. Kalau sekarang masih ketar-ketir ini, bisa jadi apa tidak kalau belum sampai tuntas saya belum senang, terus terang saja," tutupnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya