Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dianggap keramat, makam Benyamin & Fatmawati selalu diziarahi

Dianggap keramat, makam Benyamin & Fatmawati selalu diziarahi TPU Karet Bivak. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Sehari setelah Lebaran, sejumlah Taman Pemakaman Umum (TPU) masih ramai dipadati peziarah. Seperti terlihat di TPU Karet Bivak, di Jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para peziarah mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, datang silih berganti sejak pagi.

Petugas Taman Pemakaman Karet Bivak, Ibrahim mengatakan puncak keramaian ziarah di TPU Karet Bivak biasanya adalah lebaran pertama seusai salat Id, sementara di hari kedua peziarah juga tak kalah ramainya.

"Tradisinya di sini memang begitu. Kemungkinan hari ini adalah hari terakhir," katanya saat ditemui merdeka.com, Minggu (19/7).

Ada yang berziarah di makam keluarga, banyak juga yang berdoa di pusaran pejuang atau tokoh budaya. Di sana terdapat makam istri Presiden Soekarno, Fatmawati. Ada pula makam tokoh budaya betawi, Benyamin Sueb. Ada juga makam tokoh pejuang lainnya, Ismail Marzuki, Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo Subianto

Dari penuturannya, makam-makam mereka masih diziarahi lantaran dianggap keramat oleh sebagian orang.

"Yang selalu ramai dikunjungi saban tahun saat Lebaran, yaitu makam Fatmawati. Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) biasanya nyekar setiap malam takbiran atau setelah Salat Id," ungkapnya.

"Makam Benyamin juga tak kalah ramai, banyak peziarah yang tabur bunga," ucapnya.

Dia melanjutkan, banyak warga yang datang ke TPU tersebut setelah ziarah ke makam keluarganya. "Sudah tradisinya seperti itu, makam pahlawan lain juga terkadang ada yang nyekar juga," terang Ibrahim. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP