Di hadapan massa Aksi Bela Tauhid, orator ini doakan Prabowo jadi presiden

Jumat, 2 November 2018 20:31 Reporter : Merdeka
Di hadapan massa Aksi Bela Tauhid, orator ini doakan Prabowo jadi presiden Aksi Bela Tauhid di Patung Kuda. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Aksi Bela Tauhid telah usai sekitar Pukul 18.00 WIB. Jalan Medan Merdeka Barat yang sempat ditutup, dibuka kembali. Para delegasi pun juga sudah bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto, untuk menyampaikan tuntutannya.

Namun, aksi tersebut dihiasi dengan simbol-simbol dan nyanyian yang berbau politik. Dimana, ada yang menggemakan Prabowo menjadi Presiden di 2019 dalam aksi tersebut. Adalah bernama John, pria paruh baya, yang menyanyikan lagu mendukung Prabowo, melalui pengeras suara di mobil komando.

"Semoga Prabowo jadi Presiden RI, amin. Semoga Prabowo jadi Presiden. Takbir, takbir, takbir," nyanyi John di sekitaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (2/11).

Mendengar nyanyian buatan Johan, salah satu orator yang mendampingi John, mengatakan malah jadi kampanye ini.

"Wah jadi kampanye ini ya. Luar biasa umurnya sudah sepuh sekali ini. Berapa Pak John. Umurnya 61, 2/3 dari umur saya saudara tapi masih semangat yah untuk menciptakan lagu-lagu yang Insya Allah menggigit sebenarnya, tetapi mudah-mudahan bisa menginspirasi kita untuk ke depannya," kata orator.

Sementara itu, salah satu penggagas Aksi Bela Tauhid, Slamet Ma'arif, usai bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto, juga berorasi di depan massa. Dia menceritakan gagalnya bertemu dengan Presiden Jokowi. Dirinya pun menanyakan sesuatu kepada massa yang ada di depannya.

"Pilih atau tinggal, pilih atau tinggal?" tanya Slamet yang disambut dengan kata tinggal oleh massa.

Setelah menyinggung soal pembakaran bendera, dia juga menyebut pelaku harus diproses hukum sebagai hukuman yang setimpal.

"Harus ditembak dengan hukum, setuju. Tahu cara nembaknya. Nih pistol begini nih," ajak Slamet sambil mengangkat jari jempol dan telunjuknya hingga menyerupai pistol.

Slamet pun mengajak massa untuk mengacungkan jempol dan telunjuk membentuk pistol. "Angkat pistolnya, angkat pistolnya. Semua tangannya menunjukkan pistolnya. Tembak, dor," Tukasnya.

Sementara itu, salah satu aktivis dan politisi PAN Eggi Sudjana, saat usai bertemu dengan Wiranto, membantah aksi tersebut ada muatan politik.

"Apa kepentingan politik yang disampaikan? Kan enggak ada. Enggak ada teriak-teriak ganti Presiden. Ini murni membela kalimat Tauhid," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini