Di Bali Muncul 2 Klaster Baru, Upacara Keagamaan & Perkantoran

Senin, 14 September 2020 21:23 Reporter : Moh. Kadafi
Di Bali Muncul 2 Klaster Baru, Upacara Keagamaan & Perkantoran Upacara Ngaben. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menerangkan untuk saat ini klaster baru yang ditemukan di Kota Denpasar adalah klaster upacara keagamaan dan klaster perkantoran.

"Klaster baru di samping yang biasa kita temukan selama ini, klaster pasar, klaster keluarga, klaster rumah sakit dan belakang kita temukan ada klaster upacara keagamaan. Karena, sudah mulai upacara-upacara keagamaan di Bali ini meningkat," kata Dewa Rai, Senin (14/9).

Ia juga menyampaikan, bahkan dalam tiga pekan yang lalu, ditemukan klaster Upacara Ngaben di Desa Sanur yang sampai menimbulkan dua orang meninggal.

"Artinya, setelah upacara pengabenan, ada dua orang meninggal dan tentu setelah kita tracing dan kita testing ada lagi 15 yang positif Covid-19. Tentu, ini menjadi perhatian kami di gugus tugas untuk melakukan pengetatan terhadap kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak," jelasnya.

Ia juga menyebutkan, selain itu ada
klaster perkantoran yang sedang mulai ditemukan. Bahkan, salah satu Kepala Inspektorat Kota Denpasar menjadi korban Covid-19 dan meninggal dunia.

"Dan hari ini dikremasi. Setelah, dilakukan tracing di kantornya hari ini kita temukan staffnya juga terpapar Covid-19," ungkapnya.

Selain itu, ada juga klaster nakes atau tenaga medis. Dari catatannya, dari awal pandemi Covid-19 sampai saat ini sudah ada 142 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Kendati, sudah banyak yang sembuh.

"Ada, klaster nakes yang sampai saat ini 142 tenaga kesehatan dari awal sampai saat ini yang terpapar Covid-19. Ini memang ada dokter, perawat, dan kemudian ada tenaga kesehatan lainnya," ujarnya.

"Ini, juga menjadi perhatian kita bersama di samping juga sarana dan prasarana kesehatan. Saat ini, di Denpasar dan mungkin di Bali kondisinya hampir penuh semuanya (dan) menjadi ke khawatiran kita, bahwa jangan sampai terus terjadi peningkatan penyebaran kasus tapi sisi lain fasilitas kesehatan nanti tidak akan mampu menangani yang terkonfimasi Covid-19," ujar Dewa Rai. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Virus Corona
  4. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini