Detik-detik mobil rombongan tur sebelum masuk ke Danau Batur
Merdeka.com - Dua jenazah korban kecelakaan tunggal rombongan satu keluarga asal Tanggerang yang mobilnya terperosok ke dalam jurang dan tenggelam di Danau Batur, kini seluruhnya sudah di evakuasi. Bangkai mobil Suzuki APV yang tenggelam di danau juga sudah diangkat tim SAR.
"Ya sudah kedua korban kita berhasil evakuasi dari dalam mobil," singkat Kalak BPBD Bangli, Wayan Karmawan, Selasa (18/7).
Dia memastikan saat ini ketiga jenazah tersebut masih dititipkan di RSUD Bangli, di Bali. Sedangkan salah satu korban luka, Adinda Nazua Risma (13) masih harus jalani rawat inap karena menunggu jadwal oprasi patah tulang pada pergelangan kakinya.
Ditemui secara khusus, Mistahul Janah (25) menuturkan bagaimana peristiwa itu terjadi. Sambil memeluk putranya Kenzi (2), ia merasa sudah lega dan direncakan pesawat pukul 22.00 WITA sudah terbang ke Jakarta.
Ditemui di kantor perusahaan Taxi Blue Bird di Denpasar, bahwa suaminya Muksin Mardona (30) bekerja sebagai sopir angkutan di bawah naungan Blue Bird Jakarta. Dijelaskannya, bahwa Septi Dwi Cahaya (10) dan Adinda Nazua Risma (13) bukanlah putrinya tetapi keponakannya.
Kenangnya, saat mobil mati dan melaju mundur, rem pedal tangan sama sekali tidak berfungsi. "Saya perhatikan sendiri suami saya terus menarik narik rem pedal tangan. Tetapi waktu itu mobil terus mundur, saya tidak tahu apa berfungsi atau tanjakan yang tinggi," ujar dia.
Saat akan balik pulang dari Desa Trunyan, ia mengaku sudah punya firasat buruk. Hal itu setelah suaminya saat menghidupkan mobil yang disewanya di Denpasar, sudah mengeluh akan medan jalan.
"Waktu menuju desa, jalan turunan dan terjal. Saat itu suami saya sudah berpikir bagaimana nanti baliknya. Nah, waktu kita akan balik saya sudah punya firasat. Karena suami saya terus berpikir dan tidak percaya diri bisa melewati jalan tadi yang kita lewati," tutur Janah.
Saat mobil terguling masuk jurang, ia masih melihat putranya semata wayang terpental keluar mobil bersama ibunya Marpuah (korban meninggal).
"Saya dan kedua keponakan saya tidak terpental, masih di dalam mobil. Saat nyebur ke danau itu baru saya keluar, keponakan saya bernenang dan ditolong warga. Sampai tepian, mobil sudah hilang tenggelam," ucap Janah.
Saat ini dirinya masih akan rembuk keluarga untuk pemulangan ketiga jenazah yang merupakan ibu, bibi dan suaminya, itu.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya