Hot Issue

Deretan Jenderal Bintang Terang TNI AD

Selasa, 23 November 2021 07:03 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Deretan Jenderal Bintang Terang TNI AD Presiden Jokowi lantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat telah berganti. Posisi yang semula ditempati Jenderal Andika Perkasa, kini diisi Jenderal Dudung Abdurachman.

Jenderal Dudung dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu (17/11) pekan lalu. Bersama dengan waktu dilantiknya Jenderal Andika sebagai Panglima TNI.

Bergesernya pucuk pimpinan TNI AD tentunya berpengaruh pada satuan di bawahnya. Seperti kursi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) yang hingga kini masih kosong setelah ditinggal Dudung.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan menemui Presiden Jokowi terkait rencana pengusulan calon Pangkostrad melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). Andika mengatakan, setelah Wanjakti digelar barulah Mabes TNI menyampaikan usulan Perwira Tinggi (Pati) mengisi posisi Pangkostrad.

Sejumlah nama digadang-gadang menjabat Pangkostrad. Tetapi hasil akhirnya akan disampaikan Panglima TNI setelah bertemu Presiden.

Setelah Jenderal Andika dan Jenderal Dudung menempati posisi barunya, banyak pihak bertanya-tanya. Para perwira tinggi TNI AD yang jenjang karirnya moncer dalam beberapa waktu ke depan.

2 dari 3 halaman

Perang Bintang 4 Angkatan TNI AD

Pengamat militer dari Universitas Paramadina, Anton Aliabbas mengatakan, pada dasarnya perwira di setiap angkatan memiliki karir cemerlang. Tetapi untuk satu dua tahun ke depan, perang bintang akan terjadi di Akmil angkatan 1989-1992.

Anton melihat karir dari empat angkatan ini cukup beragam dan lengkap. Mulai dari pendidikan hingga riwayat jabatan saat bertugas.

"Lengkapnya dalam arti dia bisa ada turn of duty dan turn of areanya bervariasi," kata Anton saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/11).

Menurut dia, untuk Akmil 1989 yang diprediksi karirnya moncer adalah Letjen Eko Margiyono. Eko saat ini masih mengemban amanat sebagai Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI).

Dia merupakan lulusan Akmil 1989 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Sebelum menjadi Kasum TNI, jenderal bintang tiga ini menjabat sebagai Pangkostrad.

Perwira berusia 54 tahun ini dinilai Anton masih memiliki peluang moncer dalam satu hingga dua tahun ke depan. Termasuk mengisi jabatan Pangkostrad.

Selanjutnya ada Mayjen Tri Yuniarto. Tri saat ini menjabat perwira staf ahli Kasad bidang komunikasi sosial. Jenderal bintang dua ini merupakan lulusan terbaik Akmil 1989.

Dia memulai tugas di Kopassus. Setelah itu dia ditugaskan di Korps Baret Hijau alias Kostrad. Dia pernah memimpin Grup 4 Kopassus. Kasi 3/Pers Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad. Kasi I/intel Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad. Wadan Yonif Linud 305/Tengkorak Kostrad. Sejak Maret 2021, lulusan terbaik Lemhanas 2016 ini membantu tugas Kasad saat dijabat Andika Perkasa.

Kemudian Mayjen TNI Suharyanto. Saat ini dia menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mayjen Suharyanto sendiri bukan orang baru di lingkaran istana. Dia sebelumnya pernah menjabat sekretaris militer Presiden periode 2019-2020.

Sebelum menjadi Sesmilpres, selama berkarir militer, Mayjen Suharyanto tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan strategis.

Karir militernya dimulai saat menjadi Danton, Danki, Pasi Yonif Linud 612/Modang (1989—1998) dan Gumil Pussenif (1999). Kemudian menjadi Pabandya Ops Sopsdam V/Brawijaya (2003—2004). Danyonif 516/Caraka Yudha (2004—2005) dan Danyonif 500/Raider (2005—2006). Serta Dandim 0832/Surabaya Selatan (2006).

Pria kelahiran Cimahi pada 8 September 1967 ini juga tercatat pernah menjabat Danrem 051/Wijayakarta (2015—2016). Sebelumnya juga menjabat Kasi Intel Korem 081/Dhirotsaha Jaya.

Dia juga pernah mendapat penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai Dir Kontra Separatisme Deputi III, dan Karopeg Settama BIN periode 2016-2018. Kemudian menjadi Kasdam Jaya pada 2018-2019.

Karirnya semakin moncer setelah ditunjuk menjadi sekretaris militer presiden periode 2019-2020. Suharyanto kemudian ditunjuk menjadi Panglima Kodam V/Brawijaya, menggantikan Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

Terakhir angkatan 1989 yang memiliki karir moncer ada Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa. Teguh baru saja dipercaya Panglima TNI Jenderal Andika Perksa menjadi Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI M Hasan yang dipromosikan menjadi Pangdam Iskandar Muda.

Teguh sebelumnya menjabat sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan (Unhan). Pria kelahiran 11 Juni 1967 ini pernah menjabat Kepala Penerangan Kopassus (2010—2011) dan Asisten Intelijen Danjen Kopassus (2011—2013) hingga Wakil Komandan Jenderal Kopassus (2016—2017).

Teguh Muji pernah diamanahkan untuk jabatan Komandan Korem 161/Wira Sakti (2017—2018) dan Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro (2018—2020).

Karier militer Teguh Muji berlanjut ke Perwira Staf Ahli Tingkat II Kasad bidang Was Eropa dan Amerika (2020) dan Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad bidang Politik Keamanan Nasional (2020—2021) hingga menjadi Dosen Universitas Pertahanan (2021).

Sementara untuk Akmil 1990, disebut Anto, bakal dua perwira memiliki karir moncer. Pertama ada Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa. Saat ini ia masih mengemban amanat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari.

Tentara berusia 54 tahun itu merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1990. Bahkan pernah mendapatkan pengharagaan sebagai siswa dengan Karya Tulis Terbaik Dikreg XLI Sesko TNI TA 2014.

Cantiasa berpengalaman dalam Infanteri (Kopassus). Bahkan pernah menjabat di baret merah sebagai Komandan Jenderal Kopassus.

Kedua ada Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin. Pria kelahiran 4 Maret 1967 ini menjabat Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI Angkatan Darat sejak 9 April 2020.

Daniel berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda.

3 dari 3 halaman

Menantu Luhut dan Anak Try Sutrisno

Sedangkan di Akmil 1991, Anton memprediksi karir Mayor Jenderal TNI Teguh Pudjo Rumekso cukup baik ke depan . Mayjend Teguh merupakan perwira tinggi TNI AD yang saat ini masih mengemban amanat sebagai Panglima Komando Daerah Militer VI/Mulawarman.

Mayjen Teguh merupakan jebolan Akmil 1991 dengan predikat lulusan terbaik atau Penerima Adhi Makayasa.

Sang jenderal bintang dua ini pernah menjadi Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), sebelum akhirnya diangkat sebagai Pangdam.

"Dia bagus dan luwes tapi tetap harus jaga lulusan terbaiknya," kata Anton.

Untuk Akmil 1992, diperkirakan Anton, bakal ada dua Pati TNI yang memiliki karir moncer dalam satu hingga dua tahun ke depan. Pertama ada Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo. Sejumlah jabatan strategis di TNI pernah diemban putra dari Wakil Presiden RI ke-6 periode tahun 1993-1998 Try Sutrisno ini.

Saat ini dia menjabat Pangdivif 3 Kostrad. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer III/Siliwangi. Sebelum diangkat dengan pangkat Jenderal dan menduduki jabatan Kasdam, Kunto pernah mengemban sebagai Danrem 044/Garuda Dempo di Palembang tahun 2016.

Kala itu ia masih berpangkat sebagai Kolonel. Dia juga sempat menduduki posisi sebagai Komandan Puslatpur (Pusat Latihan Tempur) di Baturaja, Sumatera Selatan.

Selain nama yang disebutkan di atas, sosok Mayjen Maruli Simanjuntak disebut sebagai Pati memiliki karir moncer. Apalagi Maruli memiliki latar belakang keluarga yang dekat dengan Presiden Jokowi.

Maruli merupakan perwira tinggi TNI AD yang saat ini mengemban tugas sebagai Panglima Kodam IX/Udayana. Lulusan dari Akmil 1992 itu juga berpengalaman di bidang Infanteri (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra.

Sebelumnya, jenderal bintang dua yang juga menantu dari Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan ini menjabat sebagai Komandan Paspampres.

"Jadi satu dua tahun ke depan, untuk yang nanti menjabat bintang tiga dan empat ini mereka itu sangat berpotensi," ujar dia.

Anton mendukung regenerasi di tubuh TNI. Namun dia berharap promosi jabatan strategis itu tak berlangsung singkat. Sebab menurut dia, masa jabatan yang pendek seperti kurang dari satu tahun berdampak terhadap program organisasi. Selain program, kata dia, masa jabatan membuat penumpukan Pati TNI dan membuat beban organisasi.

"Kalau misal dua tahun, rodanya bergerak bisa dinamis. Jadi kalau setiap setahun gantinya dua kali, organisasi yang terbengkalai," tutup Anton. [gil]

Baca juga:
Barisan Jenderal TNI & Polri Punya Adik Polisi juga Tentara, Gagah Jabatan Mentereng
Begini Tradisi Selesai Pendidikan Raider TNI AD, Diselamati Tapi juga Ditampar
Adik Brigjen Krishna Murti, Jenderal Darah Kopassus Pernah Tugas di Lingkaran Istana
Ketangguhan Pangdam Siliwangi, Ajari Prajurit TNI Bela Diri Demi Pertahankan NKRI
Sosok Gagah Bhirawa Braja Adik Panglima TNI Andika, Jabatannya Mentereng di Polri
Kisah Pria Gagal jadi Tentara lalu Sempat Nyerah, Berjuang Lagi Kini Lolos TNI AD
Pasukan TNI Tangkap 2 Oknum Polisi, Ketahuan Mengawal 2.670 Botol Miras di Papua

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini