Dedi Mulyadi jadi Ayah Angkat dari Anak Penyelenggara Pemilu yang Meninggal Dunia

Rabu, 24 April 2019 21:11 Reporter : Aksara Bebey
Dedi Mulyadi jadi Ayah Angkat dari Anak Penyelenggara Pemilu yang Meninggal Dunia Dedi Mulyadi. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Dedi Mulyadi memutuskan untuk menjadi ayah angkat dari anak petugas pemilu asal Purwakarta yang meninggal dunia saat bertugas. Dia berjanji menanggung semua kebutuhan hidup dan sekolah hingga dewasa.

Keputusan itu disampaikan usai dirinya mengunjungi dua keluarga dari petugas pemilu yang meninggal dunia. Dedi menyambangi kediaman keluarga almarhum Deden Damanhuri di Kampung Sukalaksana, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong dan keluarga Carman anggota PPS asal Desa Gardu, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta.

Dalam kunjungannya, dia berbincang bersama istri almarhum Deden, Popon Komariah (40) beserta ketiga putrinya. Popon mengatakan suaminya mengalami pusing dan mual setelah bekerja dua hari membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Sepertinya kecapekan, saat mengalami pusing dan mual langsung di bawa ke klinik. Sampai di klinik beliau meninggal," kata Dedi, Rabu (24/4).

Almarhum Deden sebagai tulang punggung keluarga meninggalkan istri dan tiga anaknya yang masih bersekolah. "Anak-anak masih sekolah. Anak pertama kelas 12, kedua kelas 9 SLTP dan yang bungsu baru 5 tahun," tuturnya.

Setelahnya, Dedi menemui keluarga almarhum Carman. Pertemuan itu diwarnai suasana haru. Ai (40) yang merupakan istri almarhum sempat pingsan saat menceritakan kronologis suaminya meninggal dunia.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini mengaku siap menanggung semua biaya hidup dan pendidikan anak-anak para petugas pemilu yang meninggal dunia.

"Mulai sekarang mereka bertiga menjadi anak asuh saya karena saya tidak tega mereka menjadi janda dan yatim, untuk biaya hidup dan biaya pendidikan sampai dengan lulus saya yang tanggung, bila perlu sampai dengan perguruan tinggi," ucap dia.

Keputusan ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab dari partai politik peserta Pemilu terhadap para petugas yang meninggal saat menjalankan tugas pada pemilu serentak ini.

Selain itu, dia juga akan memberikan perhatian khusus pada keluarga petugas yang meninggal dunia di sejumlah daerah di Jawa Barat. "Itu merupakan prioritas kami, terutama kita akan bantu menanggung biaya pendidikan anak-anak almarhum," imbuhnya.

Untuk menghindari jatuhnya korban, Dedi meminta sebelum pelaksanaan pemilu, petugas KPPS harus diperiksa kesehatannya bila perlu harus diasuransikan.

"Kalau bisa lakukan pemeriksaan kesehatannya dahulu bahkan dijamin asuransinya," tutup Dedi Mulyadi. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini