Deddy Mizwar, putra betawi calon \'sutradara\' Jakarta
Merdeka.com - Masuk nominasi sebagai aktor dan sutradara terbaik mungkin sudah biasa bagi Deddy Mizwar. Namun bagaimana jika 'Jenderal Nagabonar' itu masuk nominasi dalam kontestasi politik?
Pria kelahiran Jakarta, 5 Maret 1955 itu memang masuk bursa pendamping Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilgub DKI. Bahkan, Deddy adalah sosok yang paling didukung oleh internal PDI Perjuangan, partai pengusung.
Calon lain yang masuk nominasi adalah Basuki T Purnama (Ahok), Adang Ruchiatna dan Boy Sadikin.
"Dedi Mizwar diusulkan dari internal, kalau Ahok calon dari luar," kata Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/3).
Meski bukan seorang politikus, Deddy bukan orang yang sama sekali baru beraktivitas di bidang politik. Bersama Mayjen (Purn) Saurip Kadi, Deddy pernah diusung oleh beberapa parpol kecil menjadi pasangan calon Pilpres 2009. Namun, seiring dengan mendekatnya pelaksanaan Pilpres saat itu, dengung pasangan itu tidak lagi terdengar.
Aktivitas politik Deddy juga terbilang cukup berani. Masih bersama pasangannya Saurip Kadi, mantan Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional itu juga pernah melaporkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Juli 2009.
Saat itu, Deddy dan Saurip melaporkan SBY atas dugaan melakukan korupsi dalam kebijakan pemberdayaan rakyat miskin seperti BLT, BOS, Askeskin dan Raskin. Setelah menuai polemik, laporan itu pun menguap tenggelam dalam hiruk pikuk Pilpres.
Berbeda dengan yang sudah-sudah, kans politik Deddy kini lebih riil dengan masuk nominasi pendamping Jokowi. Mendengar namanya masuk bursa, aktor sekaligus sutradara 'Kiamat Sudah Dekat' itu juga langsung menyatakan kesiapannya.
"Dengan Jokowi siap, insya Allah," kata Deddy kepada merdeka.com, Senin (19/3).
Deddy juga punya penilaian khusus tentang calon pasangannya itu. "Mas Jokowi dengan karakter kepemimpinannya insya Allah bisa benahi Jakarta," ujarnya.
Bagi kalangan internal PDI Perjuangan, Deddy jelas diharapkan bisa mendongkrak suara Jokowi yang tidak terlalu bagus di Jakarta. Kiprah Deddy sebagai aktor kawakan dengan karya-karya yang sukses, jelas modal penting bagi popularitasnya.
Selain itu, Deddy juga bisa dibilang putra betawi, predikat yang hingga saat ini hanya dimiliki oleh Fauzi Bowo, calon petahana. Deddy adalah satu dari enam anak buah perkawinan Adrian Andres, keturunan Belanda-Betawi, dan Sun'ah, keturunan Bugis-Betawi.
Tak bisa dipungkiri mitos putra daerah masih terus membayangi setiap Pilkada di wilayah tertentu. Bisa modal popularitas dan 'putra betawi' membuat Deddy dipilih Jokowi? (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya