Dari 48 jenazah korban kebakaran di Kosambi, baru empat diserahkan ke keluarga
Merdeka.com - Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan kapan waktu identifikasi korban ledakan gudang kembang api rampung dan bisa diserahkan ke keluarga. Peristiwa itu menelan korban jiwa 48 orang meninggal dunia.
"Kami enggak bisa menentukan waktunya berapa lama," kata Edy di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/10).
Edy memastikan proses autopsi jenazah sudah selesai di post mortem. Tahap selanjutnya dikerjakan pihak ante mortem. "Kalau autopsi kan sudah selesai. Autopsi sudah semua. Tinggal ante mortem yang butuh pendalaman," ujarnya.
Karena kondisi jenazah yang sudah sulit dikenali, maka pihaknya mengandalkan rekam gigi korban. Karena itu pihak RS Polri sangat berharap data rekam gigi dari keluarga. "Misalnya dia pasang behel di tukang gigi mana, itu kan mesti dicari," ucapnya.
Sampai saat ini RS Polri baru menyerahkan empat jenazah korban ledakan gudang kembang api kepada keluarga korban. Empat orang itu diantaranya Surnah (14) nomor kantong 01 dan nomor register kepolisian nomor 344, dengan alamat, Kampung Salembaran, RT 4, RW 16, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dengan tanggal lahir pada Tangerang 8 mei 2003. Tiga lainnya yang sudah teridentifikasi yakni Slamet Rahmat yang beralamat di Garut, Marwati Binti Atip yang beralamat di Tangerang, dan Sutrisna Bin Alim beralamat di Tangerang. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya