Daniel tewas kena bom, warga TPU Putat Gede tutup kembali 7 lubang makam teroris
Merdeka.com - Warga menolak rencana pemakaman jenazah teroris Surabaya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Putat Gede, di Jalan Njarak. Warga menutup kembali tujuh makam yang sudah digali pada Selasa (13/5) lalu.
Kepala Kecamatan Sawahan, Yunus mengatakan alasan penolakan itu karena ada warga wilayah Kecamatan Sawahan menjadi korban ledakan bom di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno yang bernama Daniel. Daniel tewas saat saat menghentikan teroris masuk ke gereja tersebut.
"Kebetulan, ledakan bom di gereja Pantekosta Jalan Arjuno, atas nama Daniel ini menjadi korban. Dia (Daniel) ini merupakan masih warga dekat sekitar makam umum Njarak. Jadi saya memahami hal itu, karena masalah kebatinan," kata Yunus, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (18/5).

Makam Putat gede ©2018 Merdeka.com
Apalagi, kata Yunus, keluarga Daniel juga menolak rencana pemakaman teroris di wilayahnya. "Saya sempat berbicara dengan warga sekitar makam. Keluarganya sendiri menolak. Kenapa harus dimakamkan di sini (TPU Njarak)," ujar dia.
Di sisi lain, lanjut Yunus, pihaknya juga menginginkan kejadian bom bunuh diri itu cepat selesai hilang. Tidak ada dalam benak pikiran dari warga sekitar Kecamatan Sawahan.
"Mungkin apa yang dilakukan warga sekitar makam dengan menolak keberadaan jenazahnya (pelaku teror bom bunuh diri) itu bisa cepat menghilangkan trauma atau ingatan dari kejadian teror bom yang membuat banyak warga Kota Surabaya menjadi korban," pungkas dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya