Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak Banjir, 275 Hektare Sawah dan Kebun Petani Indragiri Hulu Gagal Panen

Dampak Banjir, 275 Hektare Sawah dan Kebun Petani Indragiri Hulu Gagal Panen Situ diubah menjadi sawah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seluas 275 hektare lahan sawah, kebun dan palawija milik warga Kabupaten Indragiri Hulu, Riau mengalami gagal panen akibat banjir. Bahkan ribuan rumah warga juga terendam dan sejumlah sekolah ikut diliburkan.

"65 ha sawah padi, 175 ha kebun sawit dan karet, serta 35 ha kebun palawija, totalnya 275 ha gagal panen karena banjir di Indragiri Hulu," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Edwar Sanger, kepada merdeka.com, Selasa (13/11).

Selain itu, fasilitas umum yang terdampak banjir seperti jalan mencapai sekitar 2 kilometer tak bisa dilalui dengan kendaraan darat. Sebab, ketinggian air mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter.

"Ada juga sejumlah bangunan SD, SMP dan fasilitas kesehatan terendam air. Beberapa siswa diliburkan karena air memasuki ruang belajar," kata Edwar.

Sejumlah sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu Riau terendam banjir hingga air memasuki ruangan kelas belajar mengajar. Pihak koordinator wilayah dinas Pendidikan Kabupaten Inhu berinisiatif meliburkan siswanya.

"Ada beberapa sekolah yang diliburkan oleh Korwil Disdik, itu karena kondisi sekolah tak bisa proses belajar mengajar," ujar Kasi Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Pemkab Inhu, Sutanto saat dihubungi merdeka.com akhir pekan lalu.

Banjir yang melanda daerah kerajaan Indragiri ini terjadi sejak sepekan yang lalu. Sekitar 4.000 rumah penduduk ikut terdampak bencana alam tersebut. Fasilitas kesehatan dan pendidikan juga mengalami rendaman air.

Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Pemkab Inhu, di Kecamatan Peranap, Putra Indra mengatakan, di lokasinya, Sekolah Dasar dan Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak terpaksa diliburkan sejak sepekan belakangan ini.

"Di daerah kami, sekolah libur sejak Jumat pekan lalu. Karena kondisi air telah masuk ke ruang kelas SD, dan PAUD hingga satu meter," kata Indra.

Sekolah yang mengambil kebijakan untuk libur adalah SD Negeri 012 di Desa Tanjung Baru. Bangunan sekolah yang berada di dataran rendah membuat air menggenang sekitar 15o centimeter.

"Ketinggian air bervariasi, ada setengah meter hingga 2 meter. Untuk di Kecamatan Peranap ada empat SD yang diliburkan ditambah tiga TK dan PAUD," jelasnya.

Adapun data sekolah yang terdampak banjir yang diperoleh merdeka.com dari Disdik Inhu antara lain, untuk di Kecamatan Sungai Lala SDN 008 Morong, SDN 005 Pasir Batu Mandi, SDN 010 Morong, SDN 011 Pasir Bongkal, SDN 001 kelas Jauh Pasir Kelampaian, SMP Marginal Tanjung Danau, SMP Marginal Kuala Lala, TK Bina Mandiri Morong, TK Islam Anisa Tanjung Danau.

Sedangkan di Kecamatan Kelayang SDN 007 Pulau Sengkilo, SDN 019 Kelayang, SDN 020 Muara Danau, SMPN 5 Kelayang. Untuk sekolah yang berada di Kecamatan Rakit Kulim antara lain, SDN 004 Kuantan Tenang, SDN 006 Petonggan, SDN 025 Kuantan Tenang, SDN kelas Jauh Kampung Bunga.

Sementara di Kecamatan Pasir Penyu yaitu SDN 015 Pasir Keranji, SDN 019 Kampung Jawa, SDN 009 Petalongan, SMPN 4 Pasir Penyu. Dan di Kecamatan Peranap, SDN 012 Tanjung Baru, SDN 002 Peranap, SDN 007 Gumanti, SDN 018 Tanjung Batu Rijal Hulu, TK Setako Indah, TK Mulya Pajar, TK Permata Bunda, PAUD Setako Indah, PAUD Pertama Bunda.

Di Kecamatan Lirik, PAUD Al Hidayah Pasir Sialang Jaya. Untuk dii Kecamatan Rengat Barat, SDN 006 Redang, MTs Tarikul Hidayah Danau Baru. Untuk di Kecamatan Rengat, SDN 022 Pulau Gajah, SDN 020 Kampung Pulau Seberang, SDN 024 Pasir Kemilu, SMPN 5 Rengat, TK Kasih Bunda Pulau Gajah.

Kecamatan Kuala Cenaku, SDN 009 UPT II Rawa Sekip, SDN 010 Blok B. Dan untuk di Kecamatan Batang Peranap, hanya TK Pertiwi Batang Peranap.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP