Dalih karutan Soppeng, bawa napi jalan-jalan untuk penuhi janji

Kamis, 22 September 2016 13:02 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Dalih karutan Soppeng, bawa napi jalan-jalan untuk penuhi janji Miras Karutan Soppeng. ©2016 Dok. Polres Soppeng

Merdeka.com - Kepala Rutan Kelas II B, Soppeng, Irpan, ketahuan membawa keluar 17 napi untuk refreshing ke kawasan wisata permandian air panas, Lejja. Tindakan itu membuatnya dicopot.

Lewat Sub Bagian Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkum HAM Sulsel, Irpan menceritakan kejadian saat itu. Irpan mengaku ajakan napi jalan-jalan keluar rutan hanya bagian dari menepati janji.

"Sejak awal saya tugas Juni lalu, saya melihat kondisi rutan banyak kerusakan dan perlu pembenahan. Saya langsung minta narapidana untuk membantu lakukan perbaikan. Saat itulah janji untuk bawa mereka jalan-jalan kalau pekerjaannya bagus. Saat menunaikan janji itu, ada dua pilihan. Pertama, harus memenuhi janji dan kedua, kalau memenuhi janji berarti membuat pelanggaran. Hingga akhirnya saya memilih memenuhi janji ke para narapidana itu," kata Mohammad Yani, kepala sub bagian pelaporan, humas dan teknologi informasi Kanwil Kemenkum HAM Sulsel, mengulang pernyataan Irpan, Kamis (22/9).

Dijelaskannya, pencopotan Irpan dengan mempertimbangkan pelanggaran Standar Operation Procedure (SOP) Pemasyarakatan yang dia langgar. Meskipun yang dibawa keluar narapidana berstatus asimilasi, namun waktunya bukan jam kantor dan dilakukan malam hari. Dasar kedua-lah membuat Irpan sebagai kepala rutan tersebut dianggap melanggar PP 53 tentang disiplin pegawai.

Terkait pelanggaran yang dilakukan Irpan, lanjut Yani, sebelumnya tiga orang dari divisi pemasyarakatan dan dua orang dari divisi administrasi turun ke Kabupaten Soppeng bersama Irpan yang baru melapor ke pimpinan di Makassar. Setelah tiba di Soppeng, malam harinya langsung dilakukan sertijab dari Irpan ke Ashari yang sebelumnya Kepala Sub Bidang Pembinaan Bimbingan Pemasyarakatan dan Pengentasan Anak menjadi pelaksana tugas Kepala Rutan. Sertijab dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Sulsel, Jauhar Fardin.

Sejauh ini, tambah Mohammad Yani, belum ada kesimpulan dari pemeriksaan karena masih menunggu kedatangan tim pemeriksa dari Soppeng.

"Jadi kami belum tahu apakah ada atau gratifikasi ke Kepala Rutan sampai berani keluarkan para narapidana itu. Soal minuman kerasnya juga, meski polisi mengatakan temukan minuman keras di Hotel Hataka Lejja tempat Kepala Rutan dan napi itu rekreasi, Irpan membantah. Hanya saja kita tunggu hasil pemeriksaan tim dulu termasuk memeriksa 17 orang napi apakah benar ada miras atau tidak," jelas Mohammad Yani.

Ditambahkan, ada atau tidaknya miras di tempat mereka berekreasi, yang jelas membawa napi keluar tidak sesuai SOP itu saja sudah sangat fatal. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini