Dalam sehari anak buah muncikari S dan AR layani hingga 25 pria
Merdeka.com - Praktik prostitusi online kelas apartemen di Bandung dibongkar aparat kepolisian. Dua muncikari S dan AR sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya kini sudah diamankan di Mapolsek Arcamanik.
Mengenakan baju tahanan berwarna muncikari muda ini mengaku, sudah empat bulan menjalankan bisnis esek-esek. Berbekalkan gadget tersangka menjaring perempuan muda dan para pelaku hidung belang.
"Saya sudah empat bulan (praktik prostitusi online)," ucap S di Mapolsek Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (2/3).
Dia pun mengaku, pria hidung belang yang sudah sepakat harga langsung 'bermain' di apartemen mewah yang ada di Kota Bandung.
"Saya posting foto ceweknya (media sosial), tanpa tarif. Setelah itu kan banyak konsumen (pria hidung belang). Kalau ada yang tanya-tanya, deal ya langsung ke apartemen," terangnya.
Untuk modusnya, S mengaku memang menghimpun perempuan muda yang siap melayani para pelaku hidung belang. "Saya enggak maksa kok. Mereka yang mau jadi PSK," ungkapnya.
Bersama tersangka AR dia menyewa apartemen Rp 6 juta per bulannya. Satu kali kencan singkat atau short time dengan PSK kelas apartemen ini tarifnya bervariasi atau mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. "Dalam sehari muncikari ini bisa dapat 20-25 pelanggan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya