Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalam kurun waktu 40 hari, ada delapan warga Gunungkidul bunuh diri

Dalam kurun waktu 40 hari, ada delapan warga Gunungkidul bunuh diri Ilustrasi gantung diri. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Dalam kurun waktu 40 hari, tercatat ada delapan orang bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Angka ini terbilang cukup tinggi. Pasalnya jika di rata-rata, dalam lima hari ada satu orang meninggal dunia karena bunuh diri.

"Kami menganggap ini peristiwa luar biasa. Dalam lima hari rata-rata satu orang warga Gunungkidul meninggal karena bunuh diri dengan cara menggantungkan diri," ujar Anggta Satgas Berani Hidup, Gunungkidul, Ida Rochmawati," Jumat (10/2).

Berdasarkan data Satgas Berani Hidup, kasus bunuh diri sepanjang 2016 mencapai 30 orang tewas dan 3 orang percobaan. Angka kasus bunuh diri di Gunungkidul rata-rata 25 orang per tahun.

"Untuk data tertinggi kasus bunuh diri ada di 2012, yakni mencapai angka 39 orang. Kemudian jumlah tersebut turun pada 2013 menjadi 29 kasus. Tahun berikutnya, yaitu 2014 kembali turun menjadi 19 kasus dan tahun 2015 turun menjadi 28 kasus bunuh diri, dan 3 orang percobaan," ungkap Ida.

Kasus gantung diri pertama di 2017 dibuka oleh Ari Wibowo, (28), warga Tegalsari, Jatiayu, Karangmojo pada Rabu (11/1). Selang 5 hari giliran Sukijo (52), warga Sidorejo, Sodo, Paliyan yang gantung diri di bawah sebatang pohon yang ada di belakang rumah. Diketahui Sukijo memiliki riwayat penyakit kelainan mental.

Masih di bulan Januari, pada Minggu (22/1) bunuh diri dilakukan oleh Puthut Wijanarko,( 26), warga Banaran IV, Banaran, Playen. Korban mengakhiri hidupnya di bawah kerimbunan dedaunan pohon nyamplung Hutan Wanagama. Pada Jumat (27/1) giliran Pariyah, (61), warga Manukan, Jepitu, Girisubo ditemukan gantung diri di bawah pohon waru belakang rumahnya. Belum diketahui pasti penyebab Pariyah nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Ida melanjutkan, pada Minggu, (29/1), Bambang Suryadi (40), warga Ngerboh II, Piyaman, Wonosari juga mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Setelah itu Suwandi,( 49) warga RT/RW, 04/04, Bejono, Beji, Ngawen menggegerkan warga sekitar lantaran ditemukan dalam kondisi gantung dinir yang dilakukan di rumah kosong sekira pukul 03.00 WIB dinihari, Selasa, (31/1).

"Kemudian, Kamis (2/2), Sadinem (55) warga Padukuhan Bengle, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus RT. 01, RW. 05 ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi rumahnya. Terakhir korban adalah Sukimin(47), warga Padukuhan Pucung RT/RW, 05/06, Desa Candirejo, Kecamatan Semin yang gantung diri pada Senin (6/2)," ucap Ida. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP