Ayah korban luka kerusuhan di Kantor DPRD Makassar Saharuddin curhat ke Menteri Sosial Saifullah Yusuf terkait nasib putranya yang dirawat intensif di Rumah Sakit Primaya.
Sebelumnya, Mensos Gus Ipul mengunjungi Makassar untuk menyerahkan santunan dan bantuan kepada keluarga korban kerusuhan yang meninggal dan luka.
Orang tua Budi Haryadi, Saharuddin menyampaikan kepada Mensos Gus Ipul terkait kondisi anaknya yang masih dirawat intensif. Saharuddin juga menceritakan, anaknya viral di media sosial karena diberitakan sudah meninggal dunia.
"Anak saya viral di medsos dinyatakan meninggal. Padahal anak saya masih hidup dan dirawat intensif," ujarnya.
Advertisement
Program perlindungan sosial
Saharuddin juga curhat kepada Mensos Gus Ipul terkait nasib anaknya selepas pulih dan tak lagi dalam perawatan rumah sakit. Pasalnya, biaya rumah sakit selama ini memang ditanggung pemerintah.
"Bagaimana setelah dia selesai di rumah sakit? Apakah masih dalam tanggungan pemerintah atau bagaimana," tanya Saharuddin.
Mensos Gus Ipul pun menjawab dan memastikan akan menindaklanjuti serta mengawal hal yang menjadi kebutuhan para korban. Ia pun menyebutkan Kemensos memiliki program perlindungan sosial, rehabilitasi medis, dan rehabilitasi sosial untuk memulihkan korban agar sehat dan memiliki fungsi sosial yang utuh.
"Kemensos akan mengawal sampai beliau bisa mandiri, sehat jasmani rohani. Pembiayaan segala macam bisa kita diskusikan bersama," ujar mantan Wali Kota Pasuruan ini.
Sebelumnya Mensos Gus Ipul sempat memberikan santunan kepada para korban meninggal dan luka di kediaman salah satu korban. Budi yang mengalami luka berat juga mendapatkan santunan sebesar Rp5 juta dan paket sembako.
Kemensos memberikan santunan untuk keluarga empat korban meninggal kerusuhan di Makassar masing-masing sebesar Rp15 juta. Total santunan untuk keluarga dari 4 korban meninggal sebesar Rp60 juta.
Gus Ipul juga memberikan santunan untuk 5 korban luka dalam insiden unjuk rasa sebesar Rp5 juta. Total santunan untuk korban luka sebesar Rp25 juta.
Kemensos juga menyalurkan paket sembako untuk keluarga korban meninggal dan korban luka sebesar Rp500 ribu untuk masing-masing orang. Total bantuan paket sembako untuk 9 orang sebesar Rp89.500.000.
Aksi unjuk rasa pada Jumat (29/8) berujung terjadinya pembakaran Gedung DPRD Sulsel dan Makassar. Kerusuhan tersebut mengakibatkan empat korban meninggal dan lima lainnya terluka.