Coba hindari razia, pedagang es kelapa ditabrak mobil Satpol PP
Merdeka.com - Razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali memakan korban. Razia pedagang kaki lima (PKL) ini digelar di Monumen Bajra Sandhi, Lapangan Renon Denpasar Bali, Selasa (28/2) sore. Satpol PP yang melihat salah seorang pedagang es kelapa muda dengan sepeda notor berusaha menghindari razia, justru memacu mobil dan langsung menabrak pedagang tersebut hingga terpental.
Akibatnya, gerobak es kelapa yang berada di motor terbalik sementara pedagang es kelapa muda ini terlihat tergeletak tidak sadarkan diri di tepi jalan. Nyoman Adi, seorang saksi mata melaporkan, ketika itu pedagang es kelapa tengah menjajakan dagangannya di parkiran sebelah timur monumen perjuangan rakyat Bali. Tak disangka, tiba-tiba datang Satpol PP yang hendak melakukan razia.
Pedagang es kelapa yang belum diketahui identitasnya itu bermaksud menghindari razia. Dia buru-buru langsung menyalakan motor langsung tancap gas. Satpol PP yang tahu buruannya hendak melarikan diri, langsung tancap gas dan menabrak motor yang dikendarai pedagang tersebut.
"Dia biasa dagang di sini. Tadi waktu ada razia dia mau lari. Tapi ditabrak sama Satpol PP dari belakang. Sempat dipangku sama wanita, tidak tahu itu istrinya atau siapa. ikut naik ke mobil ambulans," kata Nyoman Adi di lokasi, Selasa (28/2).
Pedagang itu lantas dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Sementara itu Satpol PP tetap mengangkut barang bawaan pedagang tanpa dan akan memprosesnya lebih lanjut.
Saat peristiwa ini terjadi, situasi lalu lintas langsung mendadak macet. Banyak pengendara yang menghentikan laju kendaraannya dan mencibir cara penertiban yang dilakukan Satpol PP Provinsi Bali. Hingga saat ini, pihak Kasat Pol PP Provinsi Bali belum bisa dimintai keterangan terkait cara anggotanya melakukan tindakan razia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya