Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Tragis Wanita Meninggal saat Proses Lahiran, Diduga Ditinggal Bidan Tidur

Cerita Tragis Wanita Meninggal saat Proses Lahiran, Diduga Ditinggal Bidan Tidur Puskesmas Pauh Musi Rawas Utara. Istimewa

Merdeka.com - Seorang pria berinisial LK, harus dibuat bersedih dan kesal seumur hidup lantaran ditinggal istrinya meninggal dunia saat melahirkan. Ironisnya, kejadian itu diduga akibat kelalaian bidan yang menanganinya.

Kisah ini ia tuangkan dalam media sosial dan menjadi viral. Seperti akun Instagram @palembang_bedesau.id yang turut memposting ulang curahan hati LK, Senin (29/5).

Dalam akun IG tersebut, LK menerangkan secara jelas kronologis kejadian hingga istrinya, TK, meninggal dunia. Cerita itu ia tulis dalam bahasa daerah.

"Min tolong viralkan ataupun bagikan, supaya diliat pemerintah daerah supaya ada tindak lanjutnya," tulis LK mengawali.

Ceritanya, istrinya hendak melahirkan dan ia bawa ke Puskesmas Pauh, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Selasa (9/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Pukul 01.30 WIB, ketuban pecah namun hingga pukul 03.00 WIB belum juga melahirkan.

Beberapa menit kemudian, mereka ditinggal bidan puskesmas diduga untuk tidur. Otomatis mereka tidak didampingi oleh seorang pun tenaga kesehatan di ruang bersalin.

Sontak, pria itu kesal dengan sikap bidan tersebut. Lantas ia mengedor pintu ruang bidan yang tidur dengan maksud menanyakan tindakan yang harus dilakukan karena kondisi istrinya sudah lemah.

"Awak marah, awak gedur lawang. Awak bicara sama bidan (apo kamu tu dak nak ngurus apo dak nak muat rujukan kondisi tika mulai lemah). (Saya marah, saya gedor pintu dan bicara sama bidan. Apa kamu tidak mau mengurus, apa tidak mau bikin surat rujukan karena Tika mulai lemah)," ujarnya.

Kemudian bidan keluar dan bicara dengan mertua LK di ruang bersalin. Mereka tersinggung dengan ucapan LK barusan sehingga bidan itu mengusir mertuanya dengan kata-kata kasar.

"Pas nak masok lagi takunci pintu, ngapo bidan ngunci pintu dakte kuargo yang nemani tika di dalam dakte utak nian bidan puskesmas pauh jangan mentang2 mereka bidan jangan sakendak kenda mereka."

(Waktu mau masuk pintu sudah terkunci, kenapa bidan mengunci pintu, tidak ada keluarga yang menemai Tika di dalam. Tidak ada otak/pikiran bidan Puskesmas Pauh, jangan mentang-mentang mereka bidan maunya sendiri).

Empat jam setelah ketuban pecah atau pukul 05.00 WIB, bidan barulah merujuk istrinya ke RS Ar Bunda Lubuklinggau. Namun, istri dan calon bayi pertamanya tidak bisa diselamatkan tidak lama setelah tiba di rumah sakit.

Kejadian itu membuat LK kecewa berat. Ia menyayangkan kelalaian bidan membuat dua nyawa yang ia sayangi pergi untuk selamanya. Padahal, hal itu bisa dicegah jika bidan segera mengambil tindakan untuk merujuk ke rumah sakit. Lebih kecewanya lagi, saat istrinya berjuang justru ditinggal tidur oleh bidan yang mengaku mengantuk.

"Kejadian ko sebuah kelalaian bidan puskesmas. Memang ajal dakte yang tau tapi perawatan bidan tu muat idak puas. Allah tulah yang tau."

(Kejadian ini adalah sebuah kelalaian bidan puskesmas. Memang ajal tidak ada yang tahu tapi perawatan bidan itu membuat pelayanan tidak puas. Allah saja yang tahu)," tutupnya.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari pihak puskesmas terkait peristiwa tersebut.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP