Cerita Sherly Lembono Berbagi Lewat Donasi ASI

Minggu, 28 Maret 2021 00:27 Reporter : Erwin Yohanes
Cerita Sherly Lembono Berbagi Lewat Donasi ASI Sherly Lembono. ©dok. pribadi Sherly Lembono

Merdeka.com - Banyak hal yang dapat dilakukan untuk saling tolong menolong ditengah suasana pandemi virus corona atau Covid-19 ini. Tidak hanya bersedekah dengan uang atau pun barang, namun Air Susu Ibu alias ASI, pun dapat digunakan untuk menolong sesama.

Hal ini lah yang dilakukan oleh Sherly Lembono, ibu dari bayi Jason Miles Gamafu. Warga Bukit Palm, Citraland Surabaya ini rupanya memiliki keistimewaan tersendiri.

Sebagai ibu muda yang baru memiliki seorang putra, Sherly sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ibu-ibu lainnya. Hanya saja, saat melahirkan sang buah hati untuk pertama kalinya, ia rupanya diberkahi dengan ASI yang melimpah.

"Awalnya ya mungkin tidak jauh beda ya dengan ibu-ibu yang lain. Sempat mikir bisa gak ya aku (keluar ASI), ternyata awalnya malah lancar," ujarnya membuka pembicaraan dengan merdeka.com.

Ia menambahkan, lancarnya produksi ASI nya tersebut rupanya tak diimbangi dengan konsumsi sang anak. Sehingga, produksi ASI nya terus melimpah ruah dan nyaris terbuang sia-sia.

Hal ini lah, yang pada akhirnya membuat istri dari Andes Gamafu ini memutar otak untuk memanfaatkan ASI yang berlebih tersebut. Salah satunya adalah menyumbangkannya pada bayi-bayi lain yang membutuhkan ASI.

"Waktu itu kan mikirnya sayang kalau terbuang. Terus akhirnya ASI ku aku tampung dalam wadah khusus, lalu aku masukkan ke dalam freezer kulkas," tambahnya.

Waktu yang terus berlalu, rupanya semakin membuat banyak ASI yang "ngendon" di dalam lemari esnya. Saat dirasa sudah cukup ia pun berinisiatif untuk menyumbangkan ASI nya ke bayi-bayi lain yang membutuhkan.

Termasuk diantaranya, ke sebuah panti asuhan yang banyak memiliki bayi. Di tempat itu lah, ASI miliknya yang banyak "menganggur" akhirnya dapat tertampung dan dimanfaatkan untuk kebutuhan bayi-bayi di panti asuhan.

"Saya menemukan sebuah panti asuhan yang menampung banyak bayi. Dan syukur, ASI saya dapat bermanfaat di tempat tersebut," ucapnya.

sherly lembono
©dok. pribadi Sherly Lembono

Meski telah banyak tersalurkan, namun produksi ASI nya ternyata masih tetap saja melimpah. Bahkan pernah pada bulan tertentu, ia mampu memompa ASI nya hingga hampir 2 liter per harinya. Kondisi itu berlangsung cukup lama, sehingga ASI simpanan yang dimilikinya, tak cukup lagi bertempat di frezzer kulkas.

Alhasil, ia pun harus membelikan frezzer khusus untuk menyimpan ASI-ASI tersebut. Frezzer itu pun, pada akhirnya juga tidak dapat menampung lebih banyak lagi ASI nya.

"Paling sedikit 100 pack setiap bulan, 1 pack 200 mililiter. Kapan hari pernah sampai 400 pack per bulan," paparnya.

Ia menyebut, tidak semua ASI dapat dimanfaatkan oleh panti asuhan yang ditujunya. Bahkan, panti asuhan itu pernah sampai menolak, lantaran ASI sumbangannya telah berlebih. Ia mengaku sempat kembali kebingungan untuk menyalurkan ASI simpanannya itu.

"Biasanya ada juga yang saya berikan pada mereka yang DM (direct message). Hanya saja, mereka saya minta ambil sendiri, karena untuk penyimpanan ASI itu perlu wadah khusus. Jangan sampai di perjalanan, ASI itu rusak. Biasanya yang mau (ASI) itu pakai cooler box, atau ada juga yang pakai wadah dari stereofoam. Biasanya yang pesan itu masih sekitaran Surabaya saja. Beberapa waktu lalu ada juga yang dari Jakarta, tapi saya tolak takut ASI nya rusak saat di perjalanan," tandasnya.

Meski demikian, hal itu masih belum dapat membuatnya cukup untuk meyalurkan ASI nya. Ia pun sempat berpikiran, jika ada banyak ibu-ibu yang seperti dirinya, maka dapat dibayangkan banyak ASI yang dapat terbuang.

"Sempat terpikir, bagaimana kalau ada bank ASI ya. Tentu kan lebih enak untuk menyalurkan. Dan jika ibu yang membutuhkan, bisa ke bank ASI itu. Sempat terpikir (membuat) bank ASI itu. Tapi bagaimana ya," tegasnya.

sherly lembono
©dok. pribadi Sherly Lembono

Meski ASI nya sekarang tak sebanyak awal-awal bulan, namun ia masih dapat memproduksi ASI. Ia mengaku, memiliki kiat khusus agar ASI nya tetap berlimpah. Salah satunya mengkonsumsi makanan bergizi, hingga melakukan pompa ASI secara rutin selama dua jam sekali. Bahkan, Sherly merelakan jam tidurnya agar bisa rutin memompa ASI dua jam sekali.

"Setiap dua jam sekali pompa, dan sehari produksi ASI bisa sampai 1,9 sampai 2 liter, itu di awal lahiran sampai 6 bulan. Setelah itu, anak kan sudah mulai makan, nah ini aku kurangin memompanya 4 jam sekali sampai 6 jam," ungkapnya.

Selain asupan gizi untuk sang ibu menyusui, ia juga berpesan agar para ibu-ibu menyusui tetap menjaga kondisi psikisnya. Ia menyebut, ibu menyusui tidak boleh tertekan atau stress bila ASI nya tidak keluar atau hanya keluar sedikit.

"(Ibu menyusui) tidak boleh stres ya. Pikirannya harus fresh, harus segar supaya ASI nya bisa keluar banyak. Selain itu asupan gizi juga memang harus turut dijaga. Dan jangan lupa banyak minum air. Karena logikanya saja, kalau ada cairan yang keluar dari tubuh kita, tentu harus digantikan pula dengan cairan lainnya," pungkasnya. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Air Susu Ibu
  3. Surabaya
  4. Cerita Inspirasi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini