Cerita sedih & kekecewaan warga Kampung Akuarium korban penggusuran
Merdeka.com - Sebelum dimulainya pesta rakyat yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, ternyata begitu banyak sekali cerita duka yang dialami warga Ibu Kota. Khususnya mereka yang menjadi korban penggusuran dan mendapatkan musibah banjir.
Penggusuran rumah yang sempat menjadi sorotan banyak publik yaitu pada saat di tahun 2015 yang terjadi di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Di mana saat itu adanya beberapa korban karena adanya perlawanan dari warga saat bangunan rumahnya hendak dibongkar.
Namun, cerita pilu itu bukan hanya dirasakan oleh warga Kampung Pulo saja. Warga Kampung Akuarium, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, juga merasakan hal yang sama. Tempat tinggal mereka pada (11/4/2016) silam digusur.
Cerita pilu dan sedih itu datang dari Ibu Tapos (57) yang memang kebetulan warga Kampung Akuarium. Dirinya sangat sedih karena lantaran rumah tinggalnya itu dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Ibu Tapos, bahwa dirinya sudah hampir puluhan tahun tinggal di Kampung Akuarium bersama dengan 2 orang anak. Banyak impian yang ingin dia capai bersama dengan anaknya itu.
"Saya udah puluhan tahun tinggal di sini, saya enggak punya firasat apa-apa kalau bakal di sini (Kampung Akuarium) mau dibongkar, padahal saya enggak mau kalau anak saya sampai ngerasain susah begini," kata Ibu Tapos kepada merdeka.com sambil berkumpul dengan tetangganya, Jakarta, Jumat (28/4).
Warga Kampung Akuarium pun sangat kecewa, lantaran tempat tinggal yang ia tempati justru harus digusur tanpa adanya sepeser pun pergantian uang maupun bangunan.
Ibi Tapos mengaku yang membantu warga Kampung Akuarium justru bukan Pemprov DKI Jakarta, melainkan hanya seorang partai politik saja.
"Yang bantu kita (warga Kampung Akuarium) justru malah Bapak Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra), yang ngasih kita sembako sama dibikinin tenda panjang buat tidur warga ada 7 gitu deh kurang lebih," ujarnya.
Disaat yang bersamaan, Rini (34) dan juga Ami (32) pun juga sangat senang saat mendapatkan perhatian, walaupun sebenarnya mereka masih merasa kesal.
"Saya seneng Pak Anies sama Pak Sandi peduli sama warga sini (Kampung Akuarium), dia sering kok ke sini, Pak Prabowo juga," kata rini.
"Pak Sandi juga sering mas, malah Pak Sandi seminggu abis kita digusur langsung datang kesini buat liat kondisinya langsung," kata Ami.
"Kalau Ahok mah boro-boro mas prihatin, buat ke sini aja belum pernah dia, takut dia yang ada sama warga sini," tambah Ami.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya