Cerita Para Pencari Suaka, Ditolak Warga Hingga Jatah Makanan Dibatasi

Senin, 15 Juli 2019 04:27 Reporter : Merdeka
Cerita Para Pencari Suaka, Ditolak Warga Hingga Jatah Makanan Dibatasi Imigran pencari suaka. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Penolakan warga terhadap keberadaan pengungsi Warga Negara Asing (WNA) pencari suaka, bertebaran di Perumahan Daan Mogot Baru, Jakarta Barat. Di lokasi itu, terdapat penampungan sementara para pencari suaka.

Warga Perumahan menolak eks Gedung Kodim dijadikan penampungan pencari suaka. Ragam komentar dan cerita datang dari para pencari suaka. Abdul khaliq misalnya. Pria asal Afghanistan itu mengaku tak punya pilihan lain. Selain tinggal sementara waktu di tempat ini.

"Kami di Indonesia tidak bisa memilih ingin tinggal di mana," kata Abdul ketika ditemui, Minggu (14/7/2019).

Diakuinya, hidup di penampungan jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan di trotoar jalan. Dia merasa sangat terbantu.

"Kami sangat tertolong. Di sini kami mendapatkan makan dan minum gratis," ujar dia.

Berbeda dengan Abdul khaliq, Abdul Rahman justru merasa lebih nyaman tinggal di Trotoar Kalideres. Menurut dia,
jumlah pengungsi yang tinggal di penampungan jauh lebih banyak.

"Di sini ramai-ramai. Di sini kalau mandi tunggu dua jam," ujar dia.

Kondisi ini memengaruhi ketersediaan makanan. Sementara jika mereka hidup di jalanan, banyak warga yang memberikan makanan secara gratis. Sementara di penampungan tidak begitu.

"Kalau di sini makan dibatasi. Ada satu pun saling rebutan. Pusing di sini banyak berantem," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Imigran
  3. Pencari Suaka
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini