Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita mahasiswi Indonesia terbang 8 jam untuk Salat Idul Adha di Moskow

Cerita mahasiswi Indonesia terbang 8 jam untuk Salat Idul Adha di Moskow foto ilustrasi. ©REUTERS/Stephanie Keith

Merdeka.com - Mahasiswi Indonesia, Erika Novi Frisca sudah selama tiga tahun kuliah di Far Eastern Federal University (FEFU) di Vladivostok, Rusia. Dia harus terbang selama sembilan jam untuk mencapai Moskow untuk melaksanakan Salat Idul Adha bersama warga Indonesia lainnya. Dia juga menikmati gule kambing.

Selain kisah Erika ada juga Sarah Edna Fadilah Ramadhani, mahasiswi S3 Kedokteran di Bashkir State Medical University di negara bagian Bashkortostan. Dibandingkan Erika, Sarah lebih beruntung karena dia hanya perlu waktu dua jam terbang ke Moskow.

Sebagaimana di Tanah Air, masyarakat Indonesia di Moskow juga dapat menikmati makanan khas Idul Adha seperti lontong, gule kambing, opor ayam, balado kentang goreng hati, telur balado dan asinan. Dari sekitar 300 warga yang hadir, tampak pula beberapa WNI asal Kalimantan Timur yang sedang berlibur di Rusia.

Sesuai edaran Dewan Mufti Rusia, masyarakat Indonesia di Moskow melaksanakan Salat Idul Adha pada Selasa (21/8). KBRI Moskow bekerja sama dengan Himpunan Persaudaraan Islam Indonesia (HPII) telah melaksanakan kegiatan itu tepat pukul 08.00 pagi hari bertempat di Ruang Serba Guna KBRI.

Tampak beberapa diplomat dari Nigeria yang turut bergabung dalam salat kali ini. Bertindak selaku imam, Rifqi Zulkarnaen dan khatib adalah M. Alfan Baedlowi. Keduanya mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Moskow.

Dalam khotbahnya, Alfan yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) untuk Federasi Rusia dan Eropa Utara, membahas seputar makna hari Idul Adha yang terkait dengan nilai-nilai keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, penghormatan kepada sesama manusia, ketulusan serta pengorbanan yang bermakna sosial.

Disoroti pula keteladanan Nabi Ibrahim dan bakti yang ditunjukkan oleh puteranya, Nabi Ismail.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, menyampaikan ucapan selamat Idul Adha di tengah keprihatinan adanya bencana alam yang menimpa saudara-saudara di Lombok, NTB.

"Saya berharap semangat berkorban ini dapat disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Lombok," kata Dubes Wahid dalam acara ramah- tamah tersebut. Demikian dilansir dari Antara, Rabu (22/8).

Pendaki gunung turut hadir, tim dan manajer para pendaki gunung Garuda Muda Indonesia yang terdiri atas empat siswa Pecinta Alam SMA 68 Jakarta (Elpala), yaitu Geas Aldino, Ryan Muhammad Azizulfiqar, Salsa Khusnus Solekhani dan Timothy Jonathan.

Mereka adalah pendaki gunung Indonesia termuda yang berhasil mencapai puncak Elbrus tepat pada 17 Agustus yang lalu. Mereka didampingi oleh pendaki difabel Indonesia yang cukup berpengalaman, Sabar Gorky, alumni Elpala, Fransisca Onaria dan wartawati salah satu media on-line Tanah Air, Widya Victoria.

Tim pendaki gunung Garuda Muda menceritakan pengalaman mereka. Dalam rangka memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI, mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Elbrus tepat pada 17 Agustus 2018. Mereka menempuh rute pendakian melalui jalur selatan.

Tim pendaki gunung Garuda Muda ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai pendaki gunung termuda Indonesia. Gunung di Rusia ini merupakan gunung tertinggi di Eropa, setinggi 5.642 meter di atas permukaan laut dan termasuk dalam tujuh puncak gunung tertinggi dunia.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP