Cerita lengkap mutilasi di Bengkalis, tersangka & korban pesta sabu

Senin, 10 April 2017 21:12 Reporter : Abdullah Sani
Cerita lengkap mutilasi di Bengkalis, tersangka & korban pesta sabu Tersangka mutilasi di Bengkalis. ©2017 merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Bayu Santoso (27) menemukan titik terang. Tiga orang pelaku yang tak lain teman Bayu, ternyata berpesta sabu bersama sebelum pembunuhan itu terjadi. Hal itu terungkap dari pengakuan tiga tersangka Ha, An alias Gondrong dan AA.

"Tiga tersangka ini diduga sempat mengonsumsi sabu sebelum membunuh korban (Bayu) di Ruko Biliar milik Ha, daerah Rupat Utara," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono kepada merdeka.com Senin (10/4).

Awalnya, Gondrong menyampaikan kepada Ha terkait ancaman korban yang bakal melaporkan mereka bertiga ke polisi terkait bisnis narkoba. Mereka merasa kesal dan berencana melakukan pembunuhan. Ha menyuruh Gondrong memancing korban datang ke Ruko itu. Lalu Gondrong menelepon Bayu agar datang ke lokasi biliar dengan alasan untuk bertemu.

Sebelum Bayu datang, Ha mempersiapkan senjata tajam yang disembunyikan di kamar mandi. Peristiwa itu terjadi pada 24 Maret 2017 sekitar pukul 23.00 Wib. Korban akhirnya datang dan diajak pesta sabu bersama ketiga tersangka.

"Saat itu lah rencana melakukan pembunuhan terhadap Bayu dilakukan ketiga tersangka. Dari belakang Ha langsung menusuk punggung Bayu. Korban sempat berdiri dan melawan. Lalu AA turun memegangi korban, sementara Gondrong mengeluarkan pisau dan menikam lehernya. Meski terluka cukup parah, Bayu sempat sambil berteriak minta tolong," ucap Wicak.

Gondrong dan AA pergi meninggalkan Ruko dengan alasan mengecek kondisi di luar ruko biliar, namun keduanya tidak kembali lagi. Sementara Ha ditinggal sendiri menghadapi korban yang ketika itu masih hidup.

Meski tubuh Bayu terluka akibat tikaman, dia sempat melawan dengan mengambil pisau lalu menyerang balik Ha. Perlawanan itu membuat tangan kiri Ha terluka sabetan. Lalu Ha kembali menikam Bayu hingga jatuh dan tak bergerak lagi.

"Korban mengalami 20 luka tikaman benda tajam dan meninggal. Selanjutnya pelaku memutilasi bagian tubuh korban, tangan kaki dan leher. Potongan tubuh korban dimasukkan dalam travel bag (koper) dan drum," kata Wicak.

Mutilasi dilakukan Ha di kamar mandi Ruko. Lalu Ha menghubungi AA dan Gondrong untuk kembali ke tempat tersebut, namun keduanya tidak memberikan respons dan kabur.

"Korban ditikam pada bagian kepala sebanyak 9 kali, dada 3 kali, punggung 7 kali dan pinggang 1 kali. Jumlah potongan tubuh sebanyak 10 bagian dan dibungkus dalam 3 plastik besar. Satu potongan dimasukkan ke koper, dan lainnya ke dalam drum," jelas Wicak. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini