Cerita Korban PHK di Sleman Kebanjiran Pesanan Wastafel Portabel

Rabu, 17 Juni 2020 01:33 Reporter : Purnomo Edi
Cerita Korban PHK di Sleman Kebanjiran Pesanan Wastafel Portabel Pemuda di Sleman produksi wastafel portabel. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi virus corona membuat sekelompok anak muda di Dusun Paten, Tridadi, Kabupaten Sleman harus menelan pil pahit, lantaran di-PHK dari tempatnya bekerja. Para pemuda ini ada yang bekerja di restoran, hotel hingga jasa sablon kaos.

Tidak mau patah semangat dalam berusaha terus menyambung hidup, para pemuda ini akhirnya membuat wastafel portabel untuk cuci tangan dengan model pedal kaki. Inisiasi ide membuat wastafel portabel ini lahir dari seorang bernama Nurul Amin Iskandar, yang kemudian mengajak para pemuda di Dusun Paten.

Amin menerangkan, ide membuat wastafel portabel dengan sistem menggunakan pedal kaki ini didapatnya usai menonton video di YouTube. Dari video itu kemudian Amin mencoba mengaplikasikannya.

Usai bisa membuat wastafel portabel dengan sistem pedal kaki ini, Amin mengajak sejumlah pemuda di tempatnya tinggal. Ide usaha membuat wastafel portabel inipun disambut dengan baik oleh para pemuda yang kebetulan baru saja jadi korban PHK.

"Saya melihat tutorial di YouTube, mencermati kok sepertinya bisa membuat wastafel portable dengan pedal kaki ini. Saya lihat banyak teman-teman di kampung yang kena PHK, saya ajak berpikir bersama dan akhirnya produksi. Teman-teman di sini bisa kerja lagi," ujar Amin, Selasa (16/6).

Amin menuturkan awalnya pembuatan wastafel portabel ini hanya melayani permintaan warga sekitar. Namun lama kelamaan produk wastafel portabel tersebut mendapatkan orderan dari luar desa.

"Sejak dua bulan lalu permintaan membuat wastafel mulai meningkat. Banyak yang mulai memesan. Tiap hari kami produksi 10 sampai 15 wastafel dan total sampai sekarang sudah 350 unit, semuanya alhamdulillah sudah dipesan. Berkah untuk teman-teman yang kemarin tak lagi bisa bekerja, kini punya mata pencaharian lagi," tutur Amin.

Amin menerangkan satu unit wastafel portabel buatan pemuda Dusun Paten ini dihargai dari Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Amin menjabarkan bahwa saat ini banyak pemesan wastafel portabel berasal dari institusi pemerintahan maupun dari universitas di Yogyakarta.

"Alhamdulillah mulai banyak yang pesan. Ada dari kampus, kantor pemerintahan maupun pasar. Yang terpenting usaha ini bisa membawa manfaat baik untuk kami maupun orang lain agar lebih aman dalam beraktivitas, menjaga kebersihan," urai Amin.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Muhammad Maruf yang turut serta membuat wastafel portabel mengaku bersyukur dengan banyaknya orderan yang masuk. Maruf menyebut di masa pandemi virus corona ada pemasukan bagi dirinya yang baru saja di PHK.

"Saya dirumahkan kemarin karena Covid. Ya ini bisa kerja, sangat membantu karena bisa dapat penghasilan lagi," ungkap Maruf. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini