Cerita Korban Ledakan Kapal di Palembang Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan Orang
Merdeka.com - Ledakan kapal jukung Mulya Jaya di Sungai Musi Palembang hampir saja membuat Bowo Kuswantoro (23) kehilangan nyawa. Beruntung, nasib baik masih berpihak kepadanya, dan malah menjadi pahlawan bagi rekan-rekannya.
Bowo, begitu sapaannya, mengaku tak menyangka mengalami kejadian itu. Dia adalah anak buah kapal (ABK) jukung Sumber Agung yang turut terbakar karena berada persis di sebelah kapal jukung Mulya Jaya yang meledak.
Kapal itu berisi logistik dan pupuk yang dibeli dari Pasar 16 Ilir Palembang. Barang-barang itu rencananya dijual kembali ke daerah perairan di Kabupaten Banyuasin.
Bowo menceritakan, mereka baru saja merapat ke SPBU terapung di 5 Ulu Palembang untuk mengisi bahan bakar sebagai bekal pulang ke kampung halamannya di Muara Padang, Banyuasin, Sumsel. Di dalam kapal ada Herman (35) sebagai nahkoda, Rohman (28) dan anak Rohman, David Faris Sarubi (4).
Sambil mengantre mengisi BBM, Bowo mandi di kamar mandi kapal dan disusul David yang bergantian mandi. Baru saja berpakaian, Bowo dikagetkan dengan ledakan yang berasal dari kapal jukung sebelahnya.
Bowo terpental dan tertimpa barang-barang bawaan karena kapal berguncang kuat. Ledakan itu menyebabkan kebakaran dari kapal jukung Mulya Jaya dan menyambar kapal yang ditumpangi Bowo.
Sadar di dalam kapal ada beberapa orang, Bowo langsung menuju kamar mandi untuk membawa David. Bowo menemukan David sedang menangis karena karena mengalami luka di wajah dan bibir sobek akibat benturan.
Api mulai membesar di dalam kapal. Tanpa pikir panjang, Bowo membopong bocah itu keluar kapal. Di sungai, dia melihat tugboat lalu menumpanginya.
"Saya tidak sadar lagi karena panik dengar ledakan dan kebakaran. Saya bawa saja anak Rohman (David) keluar kapal, untung ada tugboat jadi kami bisa selamat," ungkap Bowo, Kamis (20/12).
Meski sudah berada di dalam tugboat, Bowo memutuskan kembali mendekati kapal yang terbakar lantaran melihat seseorang yang meminta pertolongan. Padahal, Bowo tidak mengenal orang tersebut.
"Saya turun lagi dan selamatkan dia. Kalau saya tidak turun entah bagaimana nasib orang itu. Saya tidak peduli lagi dengan nyawa saya, yang penting bisa selamatkan orang," tuturnya.
Hingga saat ini Bowo belum memberitahu keluarganya di kampung karena tak bisa komunikasi. Ponsel miliknya ikut terbakar bersama kapal.
"Untuk sementara tinggal di rumah sakit dulu, yang penting selamat, besok bisa ngabari orang di rumah," kata dia.
Bowo mengaku bersyukur karena seluruh rekan-rekannya di dalam kapal bisa selamat dari musibah itu. Baginya, kejadian ini sebagai tanda untuk lebih dekat lagi dengan Sang Pencipta.
"Alhamdulillah selamat semua, walaupun ada yang luka-luka. Ini ujian bagi kami," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kapal jukung Mulya Jaya meledak usai membeli BBM di SPBU terapung di Sungai Musi, Kamis (20/12) sore. Sepuluh orang menjadi korban dan satu orang dinyatakan hilang.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya