Cerita keluarga Ketut Pudja pernah berdoa wajahnya ada di Rupiah
Merdeka.com - Sosok I Gusti Ketut Pudja terus dijadikan inspirasi bagi anak-anaknya. Termasuk bagi putri ketiganya Gusti Ayu Komang Arinti. Kendati umurnya sudah lebih dari 70 tahun, Arinti masih ingat betul bagaimana sosok mendiang ayahnya itu.
Bertempat di Kabupaten Buleleng tepatnya Kecamatan Sukasada, tempat asal Ketut Pudja, Arinti mengaku ada gambar ayahnya di uang Rupiah merupakan doa sejak lama. Bahkan saat dirinya beranjak menjadi gadis remaja, sempat berdoa agar masyarakat dan dunia tahu siapa dan bagaimana ayahndanya berjuang untuk NKRI.
"Saya senang sekali bapak almarhum akhirnya ada di gambar uang logam 1000 rupiah. Itu pas banget sesuai dengan karakter bapak yang sederhana dan merakyat," tutur Arinti di rumahnya desa Sukasada Buleleng, Selasa (20/12).
Ayahnya itu, menurut Arinti, sangat dekat dengan kelima anaknya tersebut. Pudja menikah dengan Gusti Ayu Made Ngurah dan dikaruniai lima anak di antaranya, dua putra dan tiga putri. Mereka diantaranya, Gusti Ngurah Arinton Pudja (Alm), Gusti Made Arinka Pudja, Gusti Ayu Komang Arinti Pudja, Gusti Ayu Arnini (Alm) dan Gusti Ayu Arnina.

Kata Arinti ada pesan ayahnya yang hingga saat ini masih dikenang yakni, bagaimana hidup sederhana dan selalu mensyukuri apa yang dimiliki. Terutama jangan pernah berharap sesuatu, tanpa jerih payah sendiri.
"Pesan bapak, yang baik-baik saja. Ada pesan ke putranya, begini bapak bilang, jangan pernah sekali-sekali sampai minta-minta ke Pemerintah, apalagi kalau menuntut, itu jangan. Kalau dikasih, ya diterima dengan baik," ujar Arinti mengingat pesan ayah kepada anak-anaknya.
Ketut Pudja yang merupakan putra pasangan I Gusti Nyoman Raka dan Jero Ratna Kusuma, dikukuhkan sebagai pahlawan nasional, pada 8 November 2011 lalu, di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 113/TK/2011.
Nama Ketut Pudja yang mantan Gubernur Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT kala itu), memang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Buleleng. Sebab, nama pahlawan nasional kelahiran 19 Mei 1908 ini juga diabadikan menjadi nama Gedung yang ada di Eks. Pelabuhan dan menjadi nama jalan.

I Gusti Ketut Pudja, memang punya andil besar dalam merintis perjuangan besar kemerdekaan Indonesia. Bahkan, Pudja disebut-sebut tokoh pencetus sila pertama dalam Pancasila yakni, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Bukan itu saja, Pudja juga turut dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan Soekarno-Hatta. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya