Cerita Keluarga dan Orang Tua Bayi Parasit Twen di Buleleng

Rabu, 25 September 2019 23:28 Reporter : Moh. Kadafi
Cerita Keluarga dan Orang Tua Bayi Parasit Twen di Buleleng Dokter spesialis anak RSUD Sanglah I Wayan Dharma Artana. ©2019 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Made Darmika (50), selaku kakak ipar dari Made Mujana (36) yang merupakan ayah dari bayi parasit twen menceritakan awal kelahiran bayi berjenis perempuan yang lahir tidak sempurna.

Bayi tidak sempurna itu memiliki satu kepala satu badan. Namun memiliki empat kaki dan empat tangan yang lahir di klinik swasta pada Senin (23/9) lalu, dan saat ini dirujuk di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Made Darmika mengatakan, awal kelahiran keponakannya tersebut ialah pada Minggu (22/9). Waktu itu, ibu dari bayi tersebut yakni Kadek Gorsi (35) langsung dibawa ke klinik bidan di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Kemudian, sekitar pukul 02.45 WITA. Saat lahir keluarga sempat kaget dengan kondisi bayi tersebut.

"Saat lahir bayinya seperti di (foto) media itu," kata Darmika, saat ditemui di RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu (25/9).

Melihat hal tersebut, dari klinik langsung dirujuk k RSUD Buleleng, Bali, dan langsung ditangani dari pihak RSUD Buleleng, Bali.

"Lantas dirujuk ke RSUD Buleleng, dan ada juga pendarahan si ibunya dan (dibawa) ke rumah sakit bersama bidan yang ikut mendampingi. Sampai di rumah sakit penanganan cepat dan tanggap dan langsung dibawa ke ruang ICU. Setelah di ICU disarankan membawa ke rumah RSUP Sanglah ini," ujar Darmika.

Saat disarankan ke RSUP Sanglah Denpasar, pihak keluarga masih memikirkan biayanya. Sehingga, menunda untuk merujuknya ke RSUP Sanglah. Kemudian, secara tidak terduga mendapatkan bantuan biaya dari Pemerintah Buleleng Bali dan uluran tangan dari masyarakat dan tetangga.

"Sorenya kami dapat uluran tangan dari pemerintah Buleleng dan tetangga. Kemudian, ibunya sudah dibolehkan pulang dan kami bawa bayi ke RSUP Sanglah," ujarnya.

Darmika juga menjelaskan, saat bayi lahir sekitar lima menit tidak mendengar suara tangisnya. Kemudian, setelah itu tiba-tiba menangis tapi tidak keras dan lahir secara normal dan tidak melalui sesar.

"Ada lima menit tidak mendengar dan nangis biasa. (Saat melihat) kami semua kaget ada usus keluar ada tempelan (organ di tubuh) dan dokter bilang ini bayi parasit," jelasnya.

Darmika juga menjelaskan, di organ tubuh yang tidak sempurna itu ada organ kelamin, usus dan ada lubang pantatnya.

"Saat di USG, hasilnya dikatakan normal dan usia kehamilannya 7,5 bulan baru dapat penanganan medis. Bayinya sehat dan normal. Tidak kelihatan ada yang menempel cuma satu saja," ujarnya.

Darmika juga menjelaskan, pihaknya juga sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu adik iparnya hingga bayinya bisa tertangani dengan cepat.

"Kami berterima kasih pada pihak yang sudah memberikan sumbangan bersama doanya. Sehingga, kami bisa membawa anak kami ke sini. Mudah-mudahan ke depan ada keajaiban dari Tuhan sehingga anak kami sehat. Seperti biasanya," ujarnya.

Sementara Made Mujana ayah dari bayi tersebut menyampaikan, saat melihat anak ketiganya sempat terkejut.

"Saya terkejut, karena kondisi anak saya begitu. Saya melihat sakit, ini anak ketiga saya," ujarnya.

Mujana juga menjelaskan, bahwa untuk biayanya sudah semua diatasi. Selain, mendapatkan bantuan, dirinya juga sudah mempunyai BPJS.

"Kalau ibunya sudah sehat di rumah, harapan saya semoga anak saya cepat sembuh," ujarnya.

Mujana juga menjelaskan, bahwa dirinya bekerja sebagai buruh serabutan dan biasanya bekerja memetik cengkih di pohon dengan bayaran satu hari bisa Rp 50 ribu.

"Iya saya kerja serabutan, kadang istri saya juga ikut bantu saya. Mungkin, istri saya tidak tau kalau dia hamil," ujarnya.

Waktu Pemisahan Bayi Kembar Siam asal Buleleng

Mengenai perkembangan bayi kembar Siam dempet asal Kabupaten Buleleng, Bali, tim dokter RSUP Sanglah Denpasar memastikan untuk kondisi bayi sudah stabil.

"Sudah stabil yang kembar Siam itu, jadi bayi mulai sudah diajak (beraktivitas) dengan ibunya sekarang. Sudah (lepas infus) mungkin bulan lalu, sekarang ibunya sudah belajar adaptasi," kata I Wayan Dharma Artana, selaku Dokter spesialis anak RSUD Sanglah, Rabu (25/9).

Untuk pemisahan bayi kembar Siam tersebut, Artana menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu jawaban dari tim dokter ahli dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

"Ini kita sedang menunggu jawaban konsultasi dari pihak dokter Soetomo Surabaya, kita konsultasi kesana apa bisa dipisah atau tidak," ujarnya.

Artana juga menjelaskan, untuk data mengenai bayi kembar Siam tersebut sudah dikirim ke Surabaya untuk dievaluasi. Kemudian, jika nantinya bayi tersebut bisa dipisah para tim dokter akan datang ke RSUP Sanglah Denpasar.

"Data-data sudah di kirim ke Surabaya tiga hari yang lalu. Sekarang kita tinggal menunggu hasilnya apa. Apakah pihak Surabaya akan datang ke sini atau tidak. Kalau dia bisa dipisah nanti timnya datang kesini," ujar Artana.

Seperti yang diberitakan, bayi kembar dempet tersebut merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Kadek Redita (24) dan istrinya Putu Ayu Sumadi (18).

Bayi tersebut lahir melalui bedah cesar di RS Santi Graha, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, dengan kondisi sehat dengan berat 4,2 kg dan panjangnya 49 cm, Rabu (3/7) lalu, sekitar pukul 16.00 WITA.

Kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah pada Kamis (4/7) sekitar pukul 17.00 WITA, untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Kini sang bayi masih ditempatkan di NICU ruang Cempaka, RSUP Sanglah. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini