Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita kangkung & kemiskinan bikin Ibu tega bacok anak hingga tewas

Cerita kangkung & kemiskinan bikin Ibu tega bacok anak hingga tewas Ilustrasi Pembunuhan Sadis. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Lisma (53), warga Desa Tanjung Muning, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Sumsel begitu sadis membunuh anak kandungnya sendiri. Lisma nekat membacok anak kandungnya sendiri, Eman Wijaya (12) menggunakan parang hingga tewas.

Peristiwa itu terjadi di rumahnya, Sabtu (30/5) lalu menjelang maghrib. Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet itu kalap lantaran anak bungsunya itu tak terima makan lauk sayur yang disediakannya di meja makan.

Spontan, pelaku mengambil parang dari dapur dan membacok korban bertubi-tubi. Bacokan itu mengenai beberapa bagian tubuh korban. Seperti di kepala belakang, leher, dan bahu. Korban tewas di tempat kejadian dengan bersimbah darah.

"Iya, pelakunya adalah ibu kandungnya sendiri. Korban yang tak lain adalah anaknya tewas di tempat," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto, Senin (1/6).

Lalu mengapa Lisma begitu hati membunuh darah dagingnya sendiri? Berikut kisah tragis peristiwa tersebut:

Lisma bunuh anaknya karena mengeluh tiap hari dimasakkan kangkung

anaknya karena mengeluh tiap hari dimasakkan kangkung rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Motif pembunuhan sadis yang dilakukan Lisma (53) terhadap anak kandungnya sendiri Eman Wijaya (12), terkuak. Warga Desa Tanjung Muning, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Sumsel, itu nekat menghabisi nyawa korban karena tak terima korban enggan memakan tumis kangkung yang disediakannya setiap hari.Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto mengungkapkan, dari pengakuan pelaku, awalnya tidak ada niat membunuh korban. Beberapa menit sebelum kejadian, korban yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara itu pulang usai bermain bersama teman-temannya.Merasa lapar, korban pergi ke dapur untuk makan. Namun, begitu melihat hanya lauk tumis kangkung dan tahu goreng yang ada, selera makan korban berkurang. Lalu, korban meminta pelaku memasakkannya lauk yang lebih enak.Korban pun merengek dan sesekali berteriak. Tak lama kemudian, pelaku naik pitam emosi dan langsung mengambil sebilah parang di dapur dan membacoknya bertubi-tubi hingga korban tersungkur tewas di tempat."Persoalannya sepele. Korban bosan makan tumis kangkung, pingin lauk yang enak. Tapi, pelaku tak terima dan bikin dia kalap," ungkap Nuryanto, Senin (1/6).Dijelaskannya, pelaku mengakui setiap hari dirinya hanya memasak lauk yang sederhana, seperti tumis kangkung dan sayur bening. Hal itu dilakukannya untuk menghemat pengeluaran keluarga karena penghasilan suaminya tidak besar sebagai penyadap karet."Ekonomi keluarga pelaku memang tergolong kurang, dia dan suaminya hanya penyadap karet," kata dia.

Lisma bingung tak punya uang saat anaknya masuk ke SMP

tak punya uang saat anaknya masuk ke smp rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain kesal dan emosi terhadap anaknya yang bosan makan tumis kangkung, pikiran Lisma (53), juga dirundung kebingungan mencari uang untuk biaya memasukkan anak bungsunya, Eman Wijaya (12) ke SMP. Masalah itu membuat Lisma gampang marah dan akhirnya menghabisi korban.Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto mengungkapkan, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku, kondisi ekonomi keluarganya saat ini serba kekurangan. Harga karet masih rendah ditambah lagi korban ingin melanjutkan pendidikan ke SMP setelah baru saja lulus SD.Pelaku merasa tidak mampu membelikan peralatan sekolah, seperti sepatu, seragam, buku, dan kebutuhan lainnya. Di saat itu, pelaku sering murung dan menyendiri hingga nekat menghabisi nyawa anaknya tersebut."Bisa dibilang, pelaku sedang galau, anaknya pingin masuk SMP tapi tidak punya uang, ditambah lagi, anaknya banyak tingkah pingin makan enak," ungkap Nuryanto, Senin (1/6).

Saat Lisma bacok anaknya, sang suami sedang mandi di kali

bacok anaknya sang suami sedang mandi di kali rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Di rumah itu Lisma tinggal bertiga bersama suami dan korban. Sementara tiga anaknya sebagian sudah berkeluarga dan merantau ke Palembang. Saat kejadian, suami pelaku Ahmad Satiri (63) sedang mandi di sungai, tak jauh dari rumahnya."Pelaku mengakui perbuatannya, dia menyesal membunuh anak kandungnya," Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto.Lisma nekat menghabisi anak kandungnya yang masih berusia 12 tahun, Eman Wijaya hingga tewas di rumahnya, Sabtu (30/5) sore. Korban mengalami luka bacokan di kepala belakang, leher dan bahu. Beberapa jam kemudian, pelaku ditangkap polisi beserta barang bukti parang setelah mendapat laporan dari warga sekitar.

Sekarat, Eman sempat 2 kali ingatkan ibu kandungnya agar sadar

sempat 2 kali ingatkan ibu kandungnya agar sadar rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Peristiwa pembunuhan sadis yang dilakukan Lisma (53) terhadap anak kandungnya, Eman Wijaya (12) memiliki cerita memilukan. Dalam keadaan sekarat, Eman sempat mengingatkan ibunya agar sadar.Dari informasi yang dihimpun, Lisma membacok anak bungsu dari empat bersaudara itu secara spontan. Bacokan pertama mengenai kepala belakang dilanjutkan ke leher. Korban tersungkur di hadapan ibunya.Sambil menahan rasa sakit akibat luka bacokan yang menganga, korban bertanya mengapa ibunya membacoknya dan mengingatkan korban adalah anak kandungnya. Pertanyaan korban dijawab dengan tebasan pelaku ke bahu berkali-kali. Pelaku mengamuk membabi buta.Setelah tubuh korban tak lagi bergerak, pelaku duduk di sampingnya dengan badan membelakangi. Beberapa saat kemudian, mulut korban bergerak. Dengan lemas karena dalam keadaan sekarat, korban lagi-lagi mengingatkan agar ibunya sadar atas perbuatan kejamnya. Pelaku hanya terdiam, seakan menyesali peristiwa yang baru terjadi."Pelaku menuturkan, anaknya sempat sadarkan dirinya saat dibacok dan sekarat, tak lama kemudian anaknya meninggal," ungkap Kapolres Muara Enim, Senin (1/6).Selang beberapa lama, warga mendatangi rumah pelaku. Warga melihat korban terkapar bersimbah darah sementara pelaku duduk termangu membelakangi. Kemudian, warga melapor ke polisi setempat dan pelaku diamankan."Pelaku terlihat masih syok tetapi bisa dimintai keterangan," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP