Cerita Ibu Asal Bogor Menunggu 6,5 Jam di Stasiun Cikini Akibat Listrik Mati
Merdeka.com - Padamnya listrik di wilayah Jabodetabek membuat operasional KRL terganggu. Imbasnya, banyak penumpang KRL terlantar di stasiun-stasiun hingga dievakuasi karena berhenti di tengah rel.
Salah satu cerita penumpang KRL yang merasa terganggu dengan padamnya listrik adalah Yanti. Ibu asal Bojong Gede, Bogor ini mengaku harus rela menunggu sejak 13.30 WIB di depan Stasiun Cikini.
"Iya saya nungguin di sini dari jam setengah dua," kata Yanti kepada Liputan6.com di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/8).
Hari ini, Yanti bertolak ke Jakarta untuk menghadiri acara resepsi pernikahan salah satu ponakannya. Sayangnya, dia pergi seorang diri tanpa ditemani suami dan anak.
"Iya enggak bawa anak, kalau bawah lebih kasihan lagi kan nunggunya lama," tuturnya.
Yanti sendiri mengaku tidak tahu penyebab KRL jurusan Jakarta-Bogor tidak kunjung beroperasi. Apalagi, pihak keluarga tidak mengetahui kondisi Yanti lantaran jaringan telepon pun ikut terganggu akibat listrik padam.
"Iya saya juga enggak tahu gimana kalau enggak ada KRL. Belum saya kabarin," ucapnya.
Kondisi serupa juga dialami Ade, pria 29 tahun ini mengaku telah menunggu kedatangan gerbong KRL sejak pukul 16.00 WIB. Dia berharap gangguan listrik ini cepat diselesaikan sehingga KRL bisa beroperasi kembali.
"Saya di sini dari jam 4 sore, sampai sekarang belum ada KRL," kata pria yang hendak pulang ke Citayem, Bogor itu.
Sebelumnya, pasokan listrik Jakarta-Banten mengalami gangguan sejak pukul 11.48 WIB. Menurut keterangan PLN, penyebabnya karena gangguan yang terjadi pada sisi transmisi ungaran dan pemalang 500 kV, yang mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.
Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian jawa barat dan jawa tengah mengalami pemadaman.
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka.
Reporter: Yopi Makdori
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya