Cerita Haru Bidan Asal Tegal Berangkat Haji Lebih Cepat Bersama Sang Ibu

Bidan bernama Safaatul Izah itu berhaji lebih cepat 6 tahun.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Cerita Haru Bidan Asal Tegal Berangkat Haji Lebih Cepat Bersama Sang Ibu
Cerita Haru Bidan Asal Tegal Berangkat Haji Lebih Cepat Bersama Sang Ibu (Merdeka.com)

Bidan bernama Safaatul Izah itu berhaji lebih cepat 6 tahun.

Safaatul Izah (40) terlihat khusyuk berdoa. Entah doa apa yang dipanjatkan, yang terlihat hanya butiran air mata membasahi wajahnya. Terdengar juga sesenggukan di antara doa-doa yang dilafalkan.


Setelah puas berdoa, Izah buru-buru mengusap air mata yang membasahi wajahnya. Dia kemudian mengambil kaca mata berkelir cokelat untuk menutupi mata yang sembab.

Kepada tim Media Center Haji, Izah mengaku terharu bisa sampai di Majid Bir Ali, Madinah. Memakai pakaian ihram dan melaksanakan salat sunnah umrah. Dalam hitungan jam, Izah akan melihat Ka'bah di Masjidil Haram yang selama ini hanya bisa melihat dalam bentuk gambar.


“Perasaannya bercampur aduk, tidak sabar ingin lihat Ka'bah,. Biasanya kan lihat Ka'bah hanya dari gambar saja. Sekarang masya Allah akan lihat langsung,” ungkap Izah saat ditemui Senin (27/5) lalu.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Izah masih tak percaya bisa secepat ini berhaji.

Berdasarkan data estimasi keberangkatan, sebenarnya Izah baru terjadwal berangkat pada 2030 mendatang.

Namun Raolah (83), ibunya masuk daftar prioritas lansia. Makanya dia bisa mengurus pendampingan sang ibu pergi ke Tanah Suci. Sehingga ibu-anak ini tergabung sebagai jemaah embarkasi Solo, Jawa Tengah.


"Alhamdulillah prosesnya cepat dan mudah saat pengurusan pendampingan. Berkat kebijakan pendampingan, jadwal keberangkatannya berhaji," kata Izah.

Selain rasa syukur atas proses yang cepat dan mudah, Izah juga berterimakasih kepada Kementerian Agama. Niatnya berhaji terwujud lebih cepat 6 tahun.


"Dia juga jadi maju enam tahun lebih cepat dari estimasi keberangkatan seharusnya, terima kasih buat Kemenag telah mewujudkan niat saya," tutur Izah.

Kini dia berharap, kemudahan dan kelancaran akan ibadah haji terus menyertainya.


"Semoga kami juga diberikan Allah kelancaran dalam melaksanakan ibadah di Makkah dan memperoleh haji Mabruroh,” ujarnya.

Kepada Tim MCH Ia mengaku merasakan kenikmatan beribadah saat berada di Madinah. Sembilan hari di Madinah Izah bersama ibunya bisa setiap waktu salat berjamaah di Masjid Nabawi.

Tak lupa keduanya juga sempat berziarah ke Raudah, yakni tempatnya makam Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab.

"Saya dan ibu bisa salat terus di Masjid Nabawi dan juga ke Raudhah," kata Izah.

Tak hanya itu, Izah mengaku puas dengan pelayanan Kementerian Agama selama menjadi jemaah haji. Mulai dari pengurusan berkas hingga selama ada di Arab Saudi.


"Saya sangat puas dengan pelayanan Kementerian Agama, mulai saat pengurusan hingga saat berada di Tanah suci, saat ini sedang menuju ke Makkah," ungkap Izah.

Salah satunya kesigapan tim kesehatan yang tak pernah absen memeriksa kesehatan para jemaah lansia, termasuk ibunya.


"Petugasnya semua baik dan cepat, seperti di kamar kami ada dua jemaah lansia termasuk Ibu saya, itu selalu dicek dan diperhatikan petugas," kata Izah.

Izah menambahkan, layanan katering jemaah haji juga menjadi perhatiannya. Menurutnya menu dan rasa makanan cocok dengan selera masyarakat Indonesia.

"Makanannya, cocok juga yang dengan lidah kami orang Tegal ini," kata Izah mengakhiri.

Rekomendasi