Cerita Gubernur Ganjar Dicurhati Warga Pengungsi Terdampak di Kudus

Jumat, 21 Februari 2020 20:23 Reporter : Beginoto
Cerita Gubernur Ganjar Dicurhati Warga Pengungsi Terdampak di Kudus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Mengunjungi Warga Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di tengah para pengungsi banjir di Kudus seolah menjadi obat tersendiri. Para pengungsi pun bercerita bagaimana saat limpasan air Sungai Piji membanjiri rumah mereka.

Mereka adalah Warga Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus yang menjadi tempat terdampak banjir akibat hujan yang tak berhenti seharian. Ratusan rumah warga terendam. Puluhan warga terpaksa mengungsi.

"Sedada pak airnya, semua basah. Tidak bisa tidur di rumah. Alhamdulillah sekarang sudah surut," kata Sukini (47) salah satu warga ketika berkeluh kesah kepada Gubernur Ganjar.

Banjir yang terjadi ungkap Sukini begitu mendadak karena tanggul sungai jebol. Dia bersama warga lain langsung dilarikan untuk mengungsi. "Takut, soalnya sebelumnya tidak pernah banjir seperti ini," terangnya.

Kehadiran Ganjar ini juga untuk memastikan penanganan dilakukan secara tepat dan cepat. "Sudah pada makan belum, sehat semua atau ada yang sakit. Kalau ada yang sakit segera hubungi petugas untuk diperiksa ya," kata Ganjar, Jumat (21/2).

Mendengar cerita para pengungsi, Gubernur Ganjar mengajak mereka bercanda yang akhirnya membuat suasana penuh tawa. Selain bertemu para pengungsi, Ganjar pun meninjau tanggul yang jebol. Ganjar mengatakan tanggul akan segera diperbaiki.

Di lokasi tanggul, dia senang karena warga bergotong royong bersama TNI/Polri, BPBD serta relawan untuk membuat tanggul darurat dari kantong sak. "Alhamdulillah tanggul darurat sudah dibuat, nanti kami segera permanenkan. Yang penting pengungsinya dulu. Kedatangan saya ke sini untuk memastikan pengungsi aman, logistik ada, obat-obatan ada, dapur umum ada dan sebagainya," terangnya.

Ganjar menerangkan, sedimentasi di sungai Piji memang sudah tinggi. Untuk itu, pihaknya meminta agar BBWS segera melakukan pengerukan sedimentasi.

Saat ditanya upaya normalisasi sungai, Ganjar mengatakan itu hal yang bisa dilakukan. Namun untuk jangka panjang, hal yang harus dilakukan adalah reboisasi, mengembalikan fungsi kawasan hulu agar lebih baik.

"Normalisasi, pengerukan sedimentasi itu hanya jangka pendek. Kita harus bicara jangka panjang, dengan menanam di kawasan atas. Mau bicara normalisasi tidak akan pernah cukup kalau hulunya rusak," pungkasnya.

Selain di Kudus, Ganjar juga memantau beberapa titik banjir lainnya. Diantaranya di Pemalang, Pekalongan dan Batang. [hhw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini