Cegah perdagangan orang, Imigrasi Depok tolak 45 pemohon paspor
Merdeka.com - Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok menolak 45 pemohon paspor. Sebab diduga pemohon akan menggunakannya untuk bekerja secara nonprosedural di luar negeri.
Jumlah paspor yang digagalkan itu terhitung dalam periode Januari hingga 10 Maret 2017. "Ini merupakan bagian dari deteksi dini dan sebagai upaya nyata dari Imigrasi Depok dalam memerangi kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kami harap tidak ada lagi korban-korban berikutnya," kata Kepala Imigrasi Kelas II Depok, Dadan Gunawan, Jumat (17/3).
Menurutnya dugaan tersebut diperkuat ketika petugas melakukan sesi wawancara yang merupakan salah satu langkah dalam pembuatan paspor. Umumnya, pemohon yang ditolak paspornya berlindung pada alasan berwisata dan mengunjungi keluarga di luar negeri.
Namun saat wawancara, petugas merasakan ada sesuatu yang mencurigakan, misalnya mereka tidak memberikan alasan yang jelas dan meyakinkan. "Sesuai surat edaran Dirjen Keimigrasian, ada persyaratan tambahan yang harus dilengkapi pemohon. Misalnya, pemohon yang mau berwisata ke luar negeri, petugas dengan kejeliannya harus bisa meyakinkan atau tidak terhadap yang bersangkutan. Ditanya punya uang berapa untuk perjalanan ke luar negeri, di minta bukti rekening koran tabungan dan lain sebagainya," paparnya.
Dirinya menjelaskan dalam penerapannya persyaratan tambahan itu terkesan di benak pemohon merupakan tindakan petugas untuk mempersulit. "Persyaratan tambahan itu semata-mata untuk melindungi pemohon atau WNI yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, bukan mempersulit," ungkapnya.
Pihaknya mengatakan hal tersebut dilakukan untuk memberi perlindungan dari dalam negeri, meski memang di sana ada fungsi perlindungan di setiap perwakilan negara.
"Ketika ini menjadi beban di sana, tidak balance. Kalau di dalam negeri sudah ditekan, maka akan hilang ekses-eksesnya. Karena kalau korban TPPO itu tidak sadar mereka mau diapakan di sana. Mereka tahunya berangkat ke luar negeri untuk cari uang dengan iming-iming tertentu," ujarnya.
Sepanjang Januari ini Kantor Imigrasi Depok sudah menerbitkan 5.837 paspor dan 4.360 sepanjang Februari 2017. "Umumnya negara tujuan masih di sekitar Asia. Tapi ada juga yang ke Timur Tengah," pungkasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya