Cegah napi di Sulteng ke Samarinda, pencatatan identitas pengungsi diperketat

Senin, 15 Oktober 2018 21:05 Reporter : Saud Rosadi
Cegah napi di Sulteng ke Samarinda, pencatatan identitas pengungsi diperketat Ilustrasi penjara. ©2012 Shutterstock/rook76

Merdeka.com - Polri mengimbau napi di kota Palu, Sulawesi Tengah, yang belum kembali ke Lapas pascagempa dan tsunami segera menyerahkan diri. Di Samarinda, polisi mencatat detail data pengungsi dari Sulawesi Tengah.0

Sampai hari ini tercatat ada 340 orang pengungsi. Mereke tersebar merata di Samarinda. Sebagian besar menumpang rumah kerabat dan keluarga mereka.

"Mengantisipasinya, kita terus koordinasi dengan setiap kecamatan, mendapatkan detail yang datang ke Samarinda," kata Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono, ditemui merdeka.com di kantornya, Senin (15/10).

Namun kondisi para pengungsi, lanjut Dedi, banyak yang tidak mengantongi data kependudukan yang benar-benar valid. "Rata-rata, identitas mereka sudah tidak ada lagi. Rata-rata sudah hilang," ujar Dedi.

"Data yang kita punya, kita cocokkan juga melalui koordinasi ke Kemenkum HAM (wilayah Kalimantan Timur). Intinya, kami antisipasi," tambahnya.

Antisipasi yang dilakukan kepolisian, lanjut Dedi, untuk meminimalisir munculnya kabar bohong alias hoaks. "Ya, kita khawatirkan muncul hoaks, ada yang kabur ke sini, kemudian melakukan pelanggaran hukum," jelas Dedi.

Diketahui, total napi di Lapas Palu dan Donggala yang belum kembali mencapai 1.236 orang. Di Lapas Palu, dari 561 napi yang terdata, sampai saat ini 534 orang belum kembali. Sedangkan, yang sudah melapor sebanyak 27 orang. Di Lapas Donggala, dari 342 napi, sebanyak 293 orang yang melarikan diri belum melapor. Baru 49 orang yang melapor. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini