Cegah Corona, GPIW NTT Tiadakan Pawai dan Obor Perayaan Paskah
Merdeka.com - Persekutuan gereja-gereja di Indonesia (PGI) telah mengeluarkan imbauan terkait upaya mencegah penyebaran Virus Corona dengan melakukan pembatasan sosial atau sosial distances. Seluruh gereja PGI di Nusa Tenggara Timur telah melakuka koordinasi dalam pelaksanaannya.
Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT), Pendeta Mery Kolimon mengatakan, Persekutuan pimpinan gereja dan anggota wilayah Nusa Tenggara Timur telah melaksanakan percakapan-percakapan intens melalui rapat secara virtual. Dia meminta segenap anggota jemaat PGIW Nusa Tenggara Timur untuk mengikuti protokol-protokol yang telah diatur oleh pemerintah, mengenai jarak sosial.
"Kami minta semua gereja bahu membahu mengupayakan supaya kita memutus rantai tersebarnya Virus Corona. Bagaimana kita memutus rantai, informasi yang kami dapatkan dari pihak berkompeten yakni Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Kupang bahwa bagian paling penting, kita mencuci tangan setiap saat juga bahwa setiap rumah, kantor dan gereja mempersiapkan tempat cuci tangan, tisu, sabun dan hand sanitizer," katanya, Jumat (20/3).
Menurutnya, untuk sementara gedung gereja masih tetap dipakai untuk beribadah, namun setiap gereja diminta untuk mengatur jarak duduk yang aman.
"Jarak harus satu meter samping kiri kanan dan muka belakang, itu jarak aman antar jemaat. Kami mohon kebijakan di semua gereja dilakukan," ujarnya.
Ia juga meminta agar peralatan kebaktian seperti, pengeras suara, gitar, piano maupun seluruh alat musik yang ada didalam gereja, agar diperhatikan sterilitasnya.
"Kami juga minta untuk sosial distancing ini, kolekte dikumpulkan dengan cara masing-masing gereja mempersiapkan kotak persembahan, yang diletakkan di beberapa tempat agar pengumpulan kolekte tidak dengan cara diambil oleh majelis jemaat, tapi dengan cara masing-masing jemaat membawa kolekte ke kotak persembahan," imbaunya.
Mery Kolimon menambahkan, perayaan paskah biasanya di gereja-gereja digelar pawai paskah, pawai obor serta telur paskah. Diharapkan agar perayaan-perayaan tersebut tidak dilakukan.
"Pawai paskah, obor dan telur paskah kami pimpinan gereja-gereja PGIW mengimbau untuk ditunda sampai wabah berlalu. Kepada semua jemaat untuk sementara tidak bersalaman menggunakan tangan, berciuman hidung atau pipi, cukup mengatup tangan di depan dada," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya