Catut Nama Konjen Amerika, Residivis Narkoba Tipu Warga Surabaya Rp 12 Juta
Merdeka.com - Joko Susilo (37), warga Sememi Jaya Utara, Surabaya yang merupakan residivis narkoba kembali harus berurusan dengan polisi pasca-keluar penjara. Kali ini bukan masalah obat-obatan terlarang, melainkan kasus penipuan berkedok Staf HRD Konjen Amerika Serikat.
"Tersangka melakulan perbuatan pidana lagi setelah keluar dari penjara pada Maret lalu, kami menerima laporan pada bulan November," kata Wadir Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Arman Asmara, Senin (10/12).
Arman menceritakan, setelah 10 tahun mendekam di Lapas Madiun karena kasus kepemilikan narkoba, kemudian tersangka keluar penjara pada Maret 2018 dan membuat akun WhatsApp (WA) abal-abal.
Pada foto profil WA palsu itu, tersangka menggunakan logo Konjen Amerika Serikat yang didownload-nya di internet untuk modus kejahatan. "Akun WA tersebut juga menggunakan nama eks Staf HRD United States Consulate General (Konjen Amerika) berinisial BN," jelas Arman.
Nah, lanjutnya, dengan berbekal akun WA abal-abal ini, tersangka menyebarkan pengumuman tentang lowongan kerja di Konjen Amerika Serikat yang berkedudukan di Surabaya.
Dalam pengumuman itu disampaikan bahwa, bagi para pelamar yang tertarik bekerja di Konjen Amerika Serikat, diminta menyiapkan foto copy dan dokumen asli sertifikat welding. Kemudian dua pasfoto ukuran 3x4; biaya administrasi USD 188 atau Rp 2 juta.
"Persyaratan ini untuk keperluan safety, seragam, kacamata, dan helm safety," ungkap Arman.
Namun, setelah uang ditransfer korban setidaknya dari pendalaman polisi, tercatat ada enam orang korban tak kunjung diterima bekerja. "Kerugiannya kalau dihitung, Rp 2 juta x 6 berarti Rp 12 juta," rinci perwira dengan dua melati di pundak ini.
Sementara pihak Konjen Amerika Serikat yang merasa dirugikan karena perbuatan tersangka, melapor ke polisi. "Kami kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka yang ternyata adalah residivis kasus narkoba," tegas mantan Kapolres Probolinggo tersebut.
Sementara, tersangka di hadapan penyidik mengaku ahli memoles logo Konjen Amerika Serikat tersebut agar terlihat tanpa cela alias tampak asli itu belajar dari penjara.
Terlebih, sebelum ditahan karena kasus narkoba, tersangka pernah bekerja di kantor kedutaan milik Negeri Paman Sam itu selama dua tahun. Sehingga paham seluk beluk Konjen Amerika Serikat untuk meyakinkan para korbannya.
Tersangka juga mengaku bahwa aksinya ini hanya untuk iseng berhadiah. "Cuma untuk mencari perhatian saja," dalihnya saat ditanya motif kejahatannya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya