Catatan Hari Bumi: Penyebab Cuaca Semakin Panas

Kamis, 23 April 2020 08:19 Reporter : Merdeka
Catatan Hari Bumi: Penyebab Cuaca Semakin Panas Jalan Sudirman ramai lancar. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Hari Bumi dirayakan setiap tahunnya pada 22 April 2020. Namun, kondisi dirasakan, khususnya sepanjang satu hingga dua pekan terakhir, pada siang hingga terbenamnya matahari, rasa panas, gerah badan semakin dirasa.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, menjawab hal tersebut. Melalui siaran pers diterima, secara umum hal itu disebabkan kondisi langit cerah namun kurang berawan. Sehingga pancaran sinar matahari langsung lebih banyak diteruskan ke permukaan bumi.

Herizal menjelaskan, berkurangnya awan terutama di wilayah Indonesia bagian selatan pada bulan-bulan ini disebabkan wilayah ini tengah berada pada masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

"Sebagaimana diprediksikan BMKG sebelumnya, seiring dengan pergerakan semu matahari dari posisi di atas khatulistiwa menuju Belahan Bumi Utara," tulis dia, Kamis (23/4/2020).

Dia menjelaskan, transisi musim itu ditandai oleh mulai berhembusnya angin timuran dari Benua Australia (monsun Australia) terutama di wilayah bagian selatan Indonesia. Angin monsun Australia ini bersifat kering kurang membawa uap air, sehingga menghambat pertumbuhan awan.

"Kombinasi antara kurangnya tutupan awan serta suhu udara yang tinggi dan cenderung berkurang kelembapannya inilah yang menyebabkan suasana terik yang dirasakan masyarakat," terang dia.

Menurut dia, hal ini sudah diprediksi BMKG, tercatat bulan Maret hingga April menunjukkan suhu yang terus menghangat, hampir di sebagian besar tempat di Indonesia.

Pemantauan oleh BMKG pada bulan April ini, teridentifikasi banyak daerah yang mengalami suhu maksimum 34° hingga 36°C, bahkan yang tertinggi tercatat mencapai 37,3°C pada tanggal 10 April 2020 di Karangkates, Malang.

Sementara itu, kelembapan udara minimum di bawah 60% terpantau terjadi di sebagian Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian Jawa Timur dan Riau.

Baca Selanjutnya: April Hingga Juni Pucak Peningkatan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini