KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Cara Rasulullah menyenangkan tuan rumah yang makanannya tak enak

Senin, 19 Juni 2017 20:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Buka puasa di Masjid Istiqlal. ©2017 merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Setiap orang mempunyai makanan dan minuman kesukaan atau favorit. Pastinya suatu makanan dan minuman dijadikan favorit karena kelezatannya sehingga membuat nafsu makan bertambah.

Makan akan terasa nikmat bila sajian sesuai dengan lidah. Kendati demikian, tidak pantas ketika mencela makanan yang dirasa kurang enak.

"Dari Abu Hurairah ra, ia berkata Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika menyukai beliau memakannya. Dan apabila tidak suka, beliau tinggalkan." (Muttafaq Alaih). Dikutip dari buku 165 Kebiasaan Nabi Saw tulisan Abduh Zulfidar Akaha.

Tidak mencela makanan ialah suatu etika yang baik ketika menghadapi makanan yang tidak enak atau tidak disukai. Karena hal itu merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang Dia berikan kepada hambanya.

Jabir bin Abdillah ra berkata, "Bahwasanya Nabi SAW menanyakan lauk kepada keluarganya dan mereka menjawab, 'Kami tidak punya apa-apa selain cuka'. Lalu beliau meminta cuka dan makan dengan cuka. Kemudian beliau berkata 'lauk yang paling enak adalah cuka!'." (HR Muslim).

Rasulullah sering tidak mendapatkan lauk ketika makan dan hanya mempunyai cuka. Setiap orang tau bahwa makan dengan lauk cuka tidak lebih enak dibanding dengan lauk yang lain. Namun inilah sifat Rasulullah yang sama sekali tidak pernah mencela. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Nabi
  2. Jakarta
  3. Ramadan 2017
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.