Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara personel Basarnas melepas penat usai evakuasi korban bencana Sulteng

Cara personel Basarnas melepas penat usai evakuasi korban bencana Sulteng Suasana malam hari di posko gabungan Basarnas. ©Basarnas Balikpapan

Merdeka.com - Hari ini, menjadi hari kelima tim SAR dari Basarnas bertugas di Palu dan Donggala, pascgempa dan tsunami, Jumat (28/9) sore lalu. Hingga hari keempat Selasa (2/10), sudah ada 415 korban dievakuasi Basarnas, dimana 329 korban meninggal dunia.

Tugas mereka memang melelahkan. Namun, ada saja cara bagi personel Basarnas melepas penat.

Tim Basarnas Balikpapan misalnya. Ada 15 rescuer yang diterjunkan ke Palu menggunakan kapal negara (KN) Wisanggeni, bergabung bersama 6 tim Basarnas dari daerah lainnya, dan sudah berkeluarga.

"Ada satu yang baru saja menikah. Masih pengantin baru," kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Octavianto, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Rabu (3/10) malam.

Untuk melaporkan kegiatan harian, personel Basarnas tidak bisa menggunakan koneksi internet. Sehingga mereka harus kembali ke posko gabungan Basarnas di Palu, lantaran ketiadaan jaringan selular yang memadai.

"Jadi setiap laporan bisa masuk, setiap sore di pos gabungan, saat briefing. Karena tim Basarnas menggunakan IP Address khusus (untuk akses internet)," ujar Octavianto.

Hadirnya layanan internet khusus itu, tentu punya banyak manfaat bagi tim Basarnas yang bertugas. Diantaranya, melepas penat dengan melakukan video call dengan keluarga di daerah asal.

Seperti yang dilakukan Friandy Tambunan, personel Basarnas Balikpapan. Hampir tiap malam, dia melakukan panggilan video, demi melihat bayi laki-laki pertamanya, berusia 5 bulan yang diberi nama Joseph.

Wajah lucu sang bayi menjadi penyemangat tersendiri. Namun demikian, tanpa disadari, tingkah lucu Friandy, diabadikan teman-temannya dan menimbulkan tawa saling menghibur antar personel.

"Itu (panggilan video) menjadi cara efektif melepas lelah bagi rescuer Basarnas Balikpapan, setelah bertugas mengevakuasi para korban di Palu dan Donggala," terang Octavianto.

Octavianto berharap, semua rescuer Basarnas, bisa menuntaskan tugas dan tanggung jawab mereka. "Dan tentu, bisa kembali bersama keluarga," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP