Calon anggota Komnas HAM, kelompok radikal sampai penjahat seksual

Minggu, 2 Juli 2017 13:54 Reporter : Rizky Andwika
Koalisi Selamatkan Komnas HAM. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Proses seleksi calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2017-2022 akan memasuki tahap untuk memilih 28 calon terbaik. Sebanyak 60 calon telah mengikuti uji publik yang digelar 17-18 Mei 2017.

Koalisi Selamatkan Komnas HAM melakukan penelusuran rekam jejak dan penilaian terhadap 60 calon. Penelusuran mencakup kapasitas, integritas, kompetensi dan independensi para calon anggota. Hasilnya, didapatkan ada 19 calon memiliki kompetensi baik, 23 calon memiliki kompetensi cukup baik dan lima calon masih harus mendalami isu-isu HAM. Ada lima calon pula yang menolak memberikan informasi dan tujuh calon tidak memberikan informasi secara keseluruhan.

"Dari segi independensi ditemukan ada 13 calon yang berafilisiasi ke partai politik, 13 calon berafilisiasi dengan industri/korporasi dan 9 orang memiliki kaitan dengan organisasi atau kelompok radikal," kata Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia, Totok Yulianto dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Minggu (2/7).

Totok melanjutkan, dilihat dari segi kapasitas pribadi, ada 11 calon yang memiliki masalah dalam hal kerja sama, 16 calon bermasalah dalam hal komunikasi, sembilan calon dalam hal pengambilan keputusan, 12 calon dalam hal kinerja dan 12 calon bermasalah dalam menjalankan prinsip manajerial.

"Melihat dari segi integritas didapatkan temuan, lima orang terkait masalah korupsi/gratifikasi, 11 orang dalam hal kejujuran, delapan orang terkait kekerasan seksual dan 14 orang bermasalah dalam isu keberagaman," ujarnya.

Namun Koalisi Selamatkan Komnas HAM menolak membuka nama-nama calon yang disebut terkait dengan kelompok radikal, terindikasi korupsi sampai terkait kekerasan seksual. Mereka mengatakan akan menyampaikan hasil penelusuran ini ke Panitia Seleksi (Pansel) Komnas HAM pada Senin (3/7) besok.

Adapun Koalisi Masyarakat Sipil terdiri dari Arus Pelangi, ELSAM, HRWG, ICW, IKOHI, Imparsial, INFID, Kapal Perempuan, KPA, KKPK, KontraS, LBH Jakarta, LBH Masyarakat, PBHI, Sejuk, Setara, WALHI, YLBHI dan YPI. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Komnas HAM
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.