Cak Imin sebut ada dua kelompok ganggu ulama bentuk karakter bangsa
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai ada dua kelompok besar setelah kemerdekaan hingga kini sengaja mengganggu pembentukan karakter bangsa yang dilakukan oleh ulama. Padahal ulama merupakan bagian dari pejuang kemerdekaan itu sendiri.
"Ada dua kelompok besar yang mengganggu peran ulama sejak kemerdekaan hingga sekarang dalam upaya pembentukan karakter hari ini," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini usai acara silaturahmi dengan kader PKB Jateng di Gedung UTC, Kawasan Sampangan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/7) sore.
Cak Imin mengatakan, yang pertama ulama digambarkan seolah-olah lepas dari segala ajaran Islam. "Satu, ulama ini diganggu dengan isu seolah-olah justru lepas dari Islam," ujar dia.
Kemudian yang kedua, menurut Cak Imin, fenomena gangguan terhadap ulama ini terjadi di media sosial atau medsos.
"Di sosmed itu, yang paling ulama mereka. Yang lain nggak ulama. Yang ulama 212 yang lain bukan ulama. Ini salah besar," ungkap Cak Imin.
Dua upaya ini, Cak Imin menyatakan upaya mengganggu ulama ini tidak seharusnya sampai terjadi. Sebab, para ulama dari zaman kemerdekaan hingga sekarang dalam sejarah mempunyai peran yang sangat penting.
"Tidak boleh. Semua harus mengakui sejarah," tukasnya.
Maka dari itu, Cak Imin menambahkan seharusnya Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla, harus memberikan posisi dan tempat bagi para ulama yang ada di Indonesia.
"Yang kedua, pemerintah harus memberi tempat yang baik bagi peran ulama yang luar biasa," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya