Butuh pemeriksaan lanjutan, Ba'asyir akan menginap di RSCM
Merdeka.com - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir kembali menjalani cek kesehatan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (8/3). Dokter asal Medical Emergency Committee (Mer-C) ahli bedah tulang Jose Rizal yang mendampingi pemeriksaan mengatakan kondisi kaki Ba'asyir mulai membaik.
"Alhamdulillah soal kaki beliau makin lama makin baik," kata Jose saat ditemui di RSCM, Jakarta, Selasa (8/3).
Namun, kata Jose, perlu ada investigasi lebih lanjut terkait kesehatan Ba'asyir karena ada temuan baru dalam penyakitnya. Ba'asyir perlu di cek lebih dalam soal darahnya. "Membaik cuma kita ada penemuan baru. Ya penemuan baru ini harus diinvestigasi soal darah, gitu aja. Soal darah dulu lah. Itu aja yang bisa saya sampaikan," terangnya.
Di RSCM, Ba'asyir diperiksa oleh tiga dokter yakni ahli spesialis penyakit dalam, hematologi dan dokter ahli bedah vaskuler untuk kakinya.
"Tiga orang yang periksa ini dan itu sudah berlangsung satu orang. Dokter Suhartono lagi berlangsung sekarang ini," kata Jose.
Lebih lanjut, Jose menyarankan Ba'asyir yang berusia 80 tahun ini dirawat dekat dengan keluarga. "Waktu pemeriksaan pertama kita juga rekomendasikan bahwa beliau sebaiknya berada dekat keluarga. Yang bisa banyak komunikasi juga. Karena orang tua itu butuh komunikasi. Jangan sampai beliau ditahan," imbuh Jose.
Sementara itu Putra bungsu Ba'asyir, Abdul Rahim mengatakan dokter masih berupaya menyembuhkan ayahnya. "Kondisi beliau belum ada perkembangan yang sifatnya signifikan. Artinya permasalahan di kaki itu masih bengkak dan dokter masih berusaha untuk mencarikan solusi terkait permasalahan kakinya karena memang itu kan terkait penyakit akut yang menimpa beliau karena memang sudah sepuh," ujarnya.
"Jadi untuk penyembuhan urat vena yang sudah kendor dalam masalah ini tidak mudah untuk bisa dilakukan dalam hari-hari," tambahnya.
Rahim melanjutkan, ayahnya berpotensi dirawat inap di RSCM. Soal berapa lama, dirinya menyerahkan kepada dokter. "Hari ini insya Allah rencananya dirawat inap. Untuk berapa lama tentunya tim dokter yang akan memutuskan nanti," ucapnya.
Sementara untuk perizinan, pihaknya sudah melobi ke pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pihak terkait lainnya. "Alhamdulillah sampai hari ini mereka sudah mengizinkan jadi insya Allah beliau akan di sini," tandas Rahim.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya