Buron sejak 2013, pelempar bom ke Gubernur Sulsel ditangkap
Merdeka.com - Bakri alias Nurul (42), warga Kelurahan Paccerakkang, Kota Makassar akhirnya tertangkap di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel oleh tim Densus 88 Antiteror, Selasa, (24/10). Dia adalah salah seorang pelaku pelemparan bom berdaya ledak tinggi ke arah panggung saat perayaan HUT Partai Golkar di depan Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Makassar,11 November 2012 lalu.
Di atas panggung, ada Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulsel yang saat itu masih menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sulsel. Namun, bom yang dilemparkan tidak meledak. Awaluddin, salah seorang di antara para pelaku lebih dulu tertangkap.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dikcy Sondani membenarkan penangkapan warga Makassar yang tertangkap di Kabupaten Luwu Timur itu.
"Pelaku bom Gubernur Sulsel ini dinyatakan buron sejak tahun 2013. Rupanya selama ini dia berdiam di Kabupaten Luwu Timur setelah kejadian. Di sana dia jadi petani. Ditangkap pagi tadi pukul 07.04 WITA oleh tim Densus 88 Antiteror di Desa Timampu, Kecamatan Towuti. Kita tidak tahu ditangkap di mana, di rumahnya kah atau di kebun atau di sawah. Juga tidak tahu apakah ada perlawanan atau tidak. Yang jelas tidak ada ekses ketika penangkapan terjadi, tidak ada tembakan. Berjalan mulus saja," kata Kombes Polisi Dicky Sondani saat dikonfirmasi, Selasa (24/10).
Saat penangkapan, Bakri diamankan bersama istrinya, Ralima, (41). Sang istri, awalnya hendak diminta keterangan oleh aparat. Namun, pada akhirnya dikembalikan ke tempat asalnya.
"Jam segini, informasi yang masuk kalau rombongan tim Densus 88 Antiteror itu kini telah melewati Kabupaten Wajo menuju Makassar. Untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta," tuturnya seraya menambahkan, pihaknya tidak tahu berapa banyak tim Densus yang mengeksekusi buron kasus teror ini. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya