Bupati Kepulauan Talaud Tidak Mau Tas Hermes Miliknya Kembaran dengan Pejabat Lain

Selasa, 30 April 2019 22:06 Reporter : Merdeka
Bupati Kepulauan Talaud Tidak Mau Tas Hermes Miliknya Kembaran dengan Pejabat Lain OTT Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Maria Manali (SWM), BNL alias Benhur Lalenoh (Timses bupati) sebagai tersangka kasus suap dua proyek Pasar Lirung dan Pasar Beo. Keduanya diduga menerima suap dari BHK alias Bernard Hanafi Kalalo (pengusaha) yang juga telah ditetapkan tersangka oleh KPK.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menerangkan, berdasarkan penyelidikan diketahui Sri Wahyuni pernah berkomunikasi dengan BNL terkait fee proyek. Sri Wahyuni pernah menolak pemberian tas mewah Hermes hanya karena modelnya sama dengan milik salah satu pejabat di sana.

"KPK mengidentifikasi adanya komunikasi yang aktif antara Bupati dengan BNL atau pihak lain. Misal pembicaraan proyek di Talaud, komunikasi terkait dengan pemilihan merek tas dan ukuran jam yang diminta. sempat dibicarakan permintaan tas bermerek Hermes, dan Bupati tidak mau tas yang dibeli sama dengan tas yang sudah dimiliki oleh seorang pejabat perempuan lain di sana," kata Basaria kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4).

Basaria menjelaskan, kronologi penangkapan Sri Wahyuni dalam kasus suap proyek revitalisasi di Talaud. Sri saat ini bersama dua orang lainnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Basaria mengatakan, pada Minggu malam 28 April seorang pengusaha BHK bersama anaknya membeli barang mewah. Berupa 2 tas, 1 jam tangan dan seperangkat perhiasan berlian dengan total Rp 463.855 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

"Karena dibutuhkan pengukuran yang pas ukuran tangan Bupati, maka jam baru dapat diambil pada esok harinya, 29 April 2019," jelas Basaria.

Basaria melanjutkan, terjadi komunikasi antara pihak-pihak terkait bahwa barang akan diantar ke Bupati Talaud yang direncanakan akan diberikan saat ulang tahun Bupati Sri Wahyuni.

"Sebelum barang dibawa ke Talaud, pada 29 April malam, sekitar Pukul 22.00 WIB, tim mengamankan BNL (timses bupati dan pengusaha), BHK, sopir BNL di sebuah hotel di Jakarta dan langsung membawa empat orang tersebut ke kantor KPK. Pada saat ini diamankan sejumlah barang yang diduga merupakan fee proyek," terang Basaria.

Tim kemudian mengamankan anak BHK pada 04.00 WIB di salah satu apartemen di Jakarta. Penangkapan juga terjadi di Manado Sulut. Di sana, tim mengamankan ASO sekitar Pukul 08.55 WITA dan mengamankan uang Rp 50 juta.

"Terakhir tim mengamankan SMW di kantor Bupati pada Pukul 11.35 WITA. Melalui jalur udara, ASO dan SWM diterbangkan ke Jakarta oleh tim terpisah," tutur Basaria.

Tim yang membawa SWM mendarat di Bandara Jakarta sekitar Pukul 18.30 WIB dan kemudian dibawa ke kantor KPK untuk diproses lebih lanjut.

Reporter: Ady Anugrahadi [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini