Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bupati Banyuwangi Jadi Narsum Raker Kepala Perwakilan RI di Kemlu

Bupati Banyuwangi Jadi Narsum Raker Kepala Perwakilan RI di Kemlu Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas Saat Pembukaan Musrenbangnas Rencana Pembangunan Jangka Meneng. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menggelar Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI yang bakal diikuti oleh para Duta Besar, Konsul Jenderal, Kuasa Usaha tetap dan lainnya. Dalam Raker tersebut Kemlu juga mengundang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Abdullah Azwar Anas diundang sebagai pembicara dalam diskusi panel yang akan digelar hari ini. "Malam ini saya diundang Bu Menlu untuk menjadi narasumber di hadapan 131 perwakilan negara-negara kita di seluruh dunia," ujar Bupati Anas kepada merdeka.com, Jumat (10/01/2020).

Raker Kepala Perwakilan RI ini sengaja digelar Kemlu di awal tahun untuk menyelaraskan pemahaman dan pelaksanaan politik luar negeri, terutama prioritas pada diplomasi ekonomi. Raker ini dibuka sejak Rabu 8 Januari kemarin dan akan berakhir pada Sabtu (11/01/2020) lusa.

Dalam surat undangan, Raker ini akan fokus membahas kerja diplomasi ekonomi yang harus dilakukan oleh masing-masing perwakilan. Dengan demikian nantinya para kepala perwakilan RI akan berkerja lebih fokus dan konkret.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Pembukaan rapat kerja ini digelar di Istana Negara, Kamis (9/1/2020). Hadir Menlu Retno LP Marsudi, Mensesneg Pratikno, Menko Polhukam Mahfud Md dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara ini.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi menekankan pentingnya diplomasi ekonomi. Jokowi pun meminta para duta besar dan perwakilan RI untuk fokus pada diplomasi ekonomi.

"Tetapi kita harus yakin di tengah situasi yang penuh tantangan tersebut, negara kita Indonesia mampu berlayar, tetap berdiri tegak dalam rangka terus memperjuangkan kepentingan nasional kita. Kita tahu semuanya bahwa bapak ibu semuanya adalah duta besar sebagai duta perdamaian ini amanat konstitusi," tutur Jokowi.

"Saya kira bapak ibu tahu semuanya mengenai ini, tetapi saya ingin kita semuanya fokus kepada diplomasi ekonomi. Saya ingin 70-80 persen apa yang kita miliki itu fokusnya di situ, diplomasi ekonomi karena itulah yang sekarang yang sedang diperlukan oleh negara kita," sambung dia. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP