Bunuh diri bukan menyelesaikan masalah, jangan ditiru
Merdeka.com - Pahinggar Indrawan (36), merekam aksi bunuh diri dan disiarkan langsung di Facebook. Aksi nekat tersebut dilakukan di rumah korban di Jalan Kemenyan, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (17/3).
Ahli Psikologi Forensik dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Reza Indragiri Amriel mengingatkan agar orang lain tak meniru hal tersebut. Menurut Reza, bunuh diri bukan menyelesaikan masalah.
"Kita boleh bersedih, merasa kehilangan, tetapi demi kepentingan bersama, pesan yang paling harus kita garis bawahi adalah aksi tersebut salah! Salah! Salah! Jangan ditiru! Bukan menyelesaikan masalah! Justru memperlebar dan menularkan masalah," kata Reza dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Sabtu (18/3).
Reza mempertanyakan teman-teman korban yang melihat aksi 'live show' tersebut. Apakah ada yang berusaha mencegah atau bersikap acuh dan hanya menonton saat korban gantung diri.
"Apa yang dilakukan oleh teman pelaku pada saat melakukan aksi tersebut? Jangan-jangan ini wujud bystander effect, yakni semakin banyak orang melihat kejadian tragis, semakin rendah kecenderungan orang untuk menolong. Dulu bystander effect terjadi di dunia nyata. Sekarang terjadi di dunia maya?" lanjutnya.
Dia menyarankan agar tak menonton aksi serupa karena dikhawatirkan bisa menginspirasi seseorang untuk mengakhiri hidup secara tragis. Dia juga menyarankan agar Kepolisian segera menutup akun Facebook korban.
"Tidak usah nonton aksi-aksi tersebut, karena bisa mendorong copycat suicide: orang yang mengakhiri hidupnya bukan karena depresi kronis, tetapi lebih karena kurang wawasan dan terinspirasi oleh aksi tersebut yang pernah ditonton sebelumnya," saran Reza.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya