Buntut Istri Nyinyiri Penusukan Wiranto, Dandim Kendari Resmi Dicopot

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:11 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Buntut Istri Nyinyiri Penusukan Wiranto, Dandim Kendari Resmi Dicopot Sertijab Dandim 1417 Kendari. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Panglima Komandan Daerah Militer XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi resmi mencopot Dandim 1417/Kendari, Kolonel Kav Hendi Suhendi. Hendi dicopot lantaran istrinya membuat postingan nyinyir terkait penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Selain pencopotan, Surawahadi juga melakukan serah terima (Sertijab) Komandan Kodim Kendari kepada Kolonel Inf Alamsyah. Sertijab ini dilakukan di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo, Sabtu (12/10).

Surawahadi mengharapkan kasus serupa tidak lagi terjadi. Dia meminta seluruh prajurit dan keluarga lebih bijak dalam bermedia sosial.

"Tadi pagi sidang disiplin dulu dipimpin atasan langsungnya, Danrem 143. Keputusannya, ditahan 14 hari dan jabatan dilepas. Selanjutnya pas mau dzuhur upacaranya berlangsung. Setelah itu "istirahat" di Denpom (tahanan Denpom)," katanya saat di konfirmasi siang ini, Sabtu (12/10).

1 dari 1 halaman

Dicopot dan Ditahan karena Istri Nyinyir

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa mengambil tindakan tegas terhadap istri prajurit berkomentar nyinyir terkait penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Komentar itu kemudian viral di media sosial.

"Pertama kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ," kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Diketahui IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung.

Kedua wanita itu nantinya akan diarahkan ke peradilan umum. Mereka dianggap melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk posisi sang suami, kata Andika, Kolonel HS dan Sersan Dua Z dianggap telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu Hukum Disiplin Militer.

"Konsekuensinya Kolonel HS sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari. Penahanan ringan selama 14 hari," ujarnya.

"Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer," tambahnya.

Andika mengaku sudah menandatangani proses serah terima atau pelepasan administrasi. Menurutnya, besok akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. [fik]

Baca juga:
Ini Pengganti Kolonel Hendi Suhendi yang Dipecat karena Istri Nyinyir Soal Wiranto
Kapendam Hasanuddin Sebut Dandim Kendari akan Hadir di Sertijab
Sertijab Dandim Kendari Digelar Besok, Dipimpin Pangdam Hasanuddin
Dandim Kendari Ditahan 14 Hari Setelah Istri Komentar Nyinyir Penusukan Wiranto
Dicopot Gara-gara Istri Nyinyir Soal Wiranto, Dandim Kendari Baru 2 Bulan Menjabat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini