Buntut girder jatuh, pembangunan LRT Palembang terancam mundur

Selasa, 1 Agustus 2017 14:32 Reporter : Irwanto
Buntut girder jatuh, pembangunan LRT Palembang terancam mundur Girder LRT Palembang terjatuh. ©2017 merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Dampak jatuhnya girder yang menimpa rumah warga dini hari tadi membuat penyelesaian pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, terancam mundur. Pemerintah setempat meminta rumah yang dekat dari lokasi proyek untuk dikosongkan sementara.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat mengecek lokasi jatuhnya girder akibat crane terbalik di Simpang Jakabaring Palembang, Selasa (1/8). Menurut dia, waktu penyelesaian awalnya ditargetkan Januari 2018, namun bisa mundur karena diperlukan cara agar proyek tetap berjalan normal.

"Ya mau bagaimana lagi jika memang terhambat. Tapi, kami akan meminta agar pembangunan dipercepat nantinya," ungkap Alex.

Menurut Alex, pengerjaan proyek sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hanya saja, rumah di sekitar masih dihuni padahal sudah diingatkan untuk dikosongkan sementara.

"Ini musibah, baru kali ini terjadi, padahal sudah berjalan selama satu setengah tahun. Kita minta pemilik kosongkan rumahnya dulu jika lagi ada pengerjaan," ujarnya.

Terkait dengan ganti rugi bagi rumah yang rusak, Alex menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kontraktor. Meski demikian, dirinya meminta kepolisian mengusut kasus ini untuk mengetahui adanya kelalaian atau tidak.

"Kita tunggu saja. Untuk korban sudah dibolehkan pulang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, lantaran tanah pijakan tak kuat, crane crauler yang mengangkut girder (steel bok) LRT di zona lima Simpang Jakabaring Palembang terbalik dan menimpa rumah, Selasa (1/8) pukul 03.00 WIB. Sedikitnya delapan warga mengalami luka-luka akibat musibah itu.

Begitu girder sudah diatas, aspal yang menjadi landasan crane seberat 70 itu retak sehingga membuat crane terjungkal dan diikuti boom crane seberat 80 ton terjatuh. Dua rumah milik keluarga Syaiful hancur tertimpa steel bok. Seisi rumah menjadi korban.

Mereka adalah Syaiful (pemilik rumah), Eliana (60) luka di kepala, Fifi (28), Andri (32), dan empat anak-anak, masing-masing Ilmi (8), Fitri (8), Athala (2), serta Rahma (2).
Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan karena mengalami luka serius. Saat kejadian, mereka sedang tertidur lelap dan evakuasi cukup sulit dilakukan. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini